Rabu, 25 Mei 2011

He Was Cool (2004)

Hangul: 그 놈은 멋있었다
RR: Geunomeun meoshiteotda
Sutradara: Lee Hwan-gyeong
Produser: Gwak Jeong-Hwan
Penulis Novel: Guiyeoni
Penulis Screenplay: Lee Hwan-Gyeong
Genre: Komedi Romantis
Pemain: Song Seung Hun - Ji Eun Seung
Jung Da Bin - Han Ye Won
Musik: Ahn Jeong-Hun
Sinematografi: Lee Gang-Min
Editing: Kim Seon-Min
Distribusi oleh: Hapdong Films
Tanggal Rilis: 22 Juli 2004 (Korea Selatan)
Waktu: 113 menit
Bahasa: Korean

He Was Cool adalah film yang diadaptasi dari karya Guiyeoni, yang juga dikenal dengan The Guy Was Cool. Film ini bercerita tentang seorang gadis SMU yang ceria bernama Han Ye Won (Jung Da Bin) dan seorang anak SMU berandalan bernama Ji Eun Seung (Song Seung Hun). Suatu hari, Ye won sengaja meningggalkan pesan di website sekolah untuk membalas pesan Eun Seung yang tidak sopan. Awalnya Ye Won tidak mengetahui siapa Eun Seung sebenarnya sampai sahabatnya Lee Kyung Won yang memberitahu bahwa Ji Eun Seung merupakan anak SMA berandalan yang sangat di takuti dan tidak ada seorang pun yang mau berhubungan dengan Eun Seung karena akan berakhir di rumah sakit. Dia sangat kaget ketika tiba-tiba dirinya di telepon oleh seorang pria saat dirinya berada di sebuah salon karena ternyata pria yang meneleponnya adalah Eun Seung, berandalan yang tempo hari menulis pesan di website sekolah. Namun ketidakberuntungannya semakin menjadi-jadi karena sebenarnya Eun Seung yang tidak dikenalnya itu justru berada di salon yang sama dengannya, Eun Seung pun kaget karena wanita yang di cari-carinya duduk disebelahnya. Ye Won yang kaget segera berusaha lari dari kejaran Eun Seung walaupun dengan rambut yang belum selesai di cat lengkap dengan papan pelurus rambut, begitu juga dengan Eun Seung yang mengejar Ye Won dengan handuk di kepalanya. *hahaha lucu banget scene ini*

Keadaan yang tidak diinginkan Ye Won justru sering terjadi, berulang-ulang dia berusaha melarikan diri dari kejaran Eun Seung tapi berakhir dengan mereka berdua tidak sengaja berciuman. Akibat ciuman yang tidak diharapkan itu, Eun Seung yang semula ingin mengerjai Ye Won akhirnya memaksa Ye Won menjadi kekasihnya dan menikahinya karena sebelumnya tidak ada seorang gadis pun yang pernah menciumnya. Ye Won yang tahu reputasi Eun Seung sebagai berandalan sekolah tentu tidak mau dan menolak permintaan Eun Seung. Eun Seung yang keras kepala terus saja mengejar Ye Won dan berusaha mengumumkan ke semua orang bahwa Ye Won adalah kekasihnya bahkan mengundang Ye Won sebagai tamu kehormatan di pesta ulang tahunnya tapi tentu saja Ye Won tidak muncul di pesta tersebut dan justru bertemu dengan temannya Jung Min yang sudah lama tidak ditemuinya. Eun Seung yang marah akhirnya muncul di tempat Ye Won dan Jung Min sedang bertemu, dia datang dengan seorang gadis bernama Hyo Sun yang diakuinya sebagai pacar baru Eun Seung agar Ye Won cemburu. Sayangnya usaha Eun Seung sia-sia karena Ye Won justru tidak peduli apa yang dilakukan oleh Eun Seung. Eun Seung yang semakin marah akhirnya memukul Jung Min dan membuat Ye Won tidak ingin beruurusan dengan Eun Seung dalam keadaan apapun.

Satu ketika saat Ye Won berada di sebuah klub malam bersama temannya, dia justru di datangi oleh segerombolan berandalan yang merupakan musuh Eun Seung, lucunya salah satu berandalan itu memakai seragam SMA dengan papan nama Song Seung Hun (nama aslinya Eun Seung hehehe tapi dia nya jelek banget) dan mereka membawa Ye Won ke kamar mandi dan mengancam akan memukulnya sebagai pacar Eun Seung karena dendam mereka kepada Eun Seung. Ye Won yang tidak terima menjadi sasaran dendam Eun Seung langsung menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak berhubungan dengan Eun Seung lagi tapi mereka tentu saja tidak percaya lalu tiba-tiba dari salah satu pintu kamar mandi yang di belakang Ye Won terbuka dan keluarlah Hyo Sun yang kemudian mengaku dirinyalah sekarang pacar Eun Seung. Berandalan itu pun menyuruh Hyo Sun untuk menelepon Eun Seung sebagai bukti bahwa dirinya memang pacar Eun Seung sekarang. Hyo Sun lalu menelepon Eun Seung untuk datang ke klub malam karena dirinya di sekap oleh berandalan, Eun Seung hampir saja menutup teleponnya tapi tiba-tiba dia justru mendegar suara Ye Won di belakang yang memintanya jangan datang ke klub malam karena itu merupakan jebakan.

Eun Seung yang ogah-ogahan karena telepon dari Hyo Sun justru datang ke klub malam karena mengetahui Ye Won juga berada di klub itu. Sayangnya karena jumlah berandalan yang bermusuhan dengan Eun Seung sangat banyak, dia justru berakhir di rumah sakit dengan luka memar dan patah tulang. Ye Won yang merasa tersentuh akan usaha Eun Seung akhirnya berbalik simpati dan mulai jatuh hati dengan Eun Seung lalu setiap hari menjenguk Eun Seung di rumah sakit. Saat Ye Won datang menjenguknya, Eun Seung yang melihat handphone Ye Won yang jelek akhirnya memaksa Ye Won bertukar handphone dengannya. Ye Won yang sangat senang mendapatkan HP keluaran terbaru langsung menggunakan HP Eun Seung seenaknya dan memakainya untuk merekam isi kamarnya. Saat itulah seorang teman Eun Seung menelepon dan mengira Eun Seung yang mengangkat lalu berbicara tentang insiden ketika Eun Seung masih kecil, Ye Won yang kaget memaksa teman Eun Seung itu untuk menceritakan segalanya.

Akhirnya diapun bercerita bahwa ayah Eun Seung meninggal akibat AIDS saat Eun Seung kecil dan dulu tidak ada seorang anakpun yang mau memegangnya karena takut Eun Seung juga mengidap AIDS. Bahkan ketika sebuah permainan dan salah satu anak mulai mencium semua anak, dia juga tidak mau mencium Eun Seung dengan alasan ibunya melarang dirinya berdekatan dengan Eun Seung yang merupakan anak penderita AIDS. Sejak saat itulah, Eun Seung mulai tidak mau disentuh oleh orang lain dan menjadi berandalan. Karena hal ini lah membuat ye Won semakin jatuh hati pada Eun Seung yang kasar.

Eun Seung sebenarnya sangat mencintai Ye Won tapi dia bukanlah pria yang dapat mengekspresikan isi hatinya. Dia sangat cemburu ketika Ye Won bersama pria lain tapi dia tidak tahu bagaimana bersikap pada orang yang dicintainya.

Walaupun dirinya kasar dan temperamen, Eun Seung selalu memaafkan kesalahan dan kebodohan Ye Won. Satu hal yang tidak bisa diterimanya adalah Ye Won mulai dekat dengan Kim Han Sung (Lee Ki Woo), senior yang sangat dibencinya. Eun Seung yang sakit hati dan salah paham akan hubungan Ye Won dan Han Sung memutuskan untuk meninggalkan Korea dan mengikuti ibunya ke Amerika.

Setahun telah berlalu dan Ye Won sedang berdiskusi dengan Han Sung tentang tes masuk universitas yang tidak lama lagi dan membuatnya sangat takut. Sepertinya hubungan mereka hanya sebagai teman dekat dan tidak lebih. Ketika ujian masuk universitas tiba, Ye Won mendengar kisah Romeo dan Juliet sebagai soal ujian bahasa Inggris. Saat itu, Ye Won kembali teringat akan Eun Seung yang tiba-tiba menghilang dan membayangkan dirinya bertemu dengan Eun Seung di depan kotak telepon umum saat salju pertama turun seperti impiannya dulu. Ye Won langsung lari keluar dari ruangan dan menuju ke taman tempat biasanya dia bertemu dengan Eun Seung dulu dan duduk menghadap kotak telepon umum. Ye Won mulai menangis karena Eun Seung tidak berada disitu bersamanya, ketika dia berbalik sebuah kelinci melompat kepadanya. Kelinci itu adalah kelinci yang sama ketika dulu dia berikan kepada Eun Seung. Dia berdiri dan melihat Eun Seung di hadapannya, Ye Won berteriak “Kenapa kau pergi tanpa mengucapkan perpisahan?” dan Eun Seung membalas “Cinta sejati tidak butuh kata-kata”

Film berakhir dengan memori masa kecil Eun Seung di sebuah upacara penerimaan siswa baru SD dimana satu-satunya anak yang mencium Eun Seung adalah Ye Won. Yang menarik di film ini adalah, di awal film Ye Won memakai handphone Eun Seung untuk merekam video di kamarnya dan menunjukkan foto dirinya bersama temannya ketika kecil. Temannya saat kecil itu sebenarnya adalah Eun Seung, dan menunjukkan koneksi antara mereka berdua. Ketika Eun Seung melihat video itu di handphonenya saat film berakhir, dia terkejut melihat dirinya di foto itu dan ,mengingat Ye Won adalah gadis yang dulu menciumnya.

Ada adegan paling lucu di film ini yang membuat teman-temanku justru menamakan film ini adalah “film mie ayam” karena saat Ye Won akan datang berkunjung ke sekolah Eun Seung dengan memakai baju yang seksi dia justru memakai setelan bercorak zebra dan membawa kelinci sebagai hadiah, namun ketika HP nya jatuh di halaman sekolah Eun Seung dan berusaha mengambil HP itu kepalanya justru terjebak dipagar sekolah Eun Seung. Saat itu juga kepala sekolah Eun Seung menyuruh semua siswanya yang sedang berbaris berbalik kearah pagar untuk memungut sampah. Awalnya Eun Seung juga ikut tertawa seperti teman-temannya ketika melihat seorang gadis yang kepalanya terjebak diantara pagar dengan baju norak dan kelinci di tangannya tapi ketika dirinya sadar gadis itu adalah Ye Won dia pun berteriak memerintahkan semua murid untuk berbalik lalu melarang mereka mengintip dan mengambil tang untuk memotong kawat pagar di kepala Ye Won. Ye Won yang malu pun berlari dengan potongan kawat pagar di kepalanya dan berusaha menghilangkan rasa malu dengan berkaraoke, salah satu lirik lagu karaoke yang dia nyanyikan adalah “jjampong” yang sebenarnya berarti mie seafood namun dari subtitle dvd justru diartikan menjadi “mie ayam” dan dari situlah film ini lebih sering disebut dengan “film mie ayam” oleh teman-temanku hahahaha

Film ini merupakan salah satu film terbaik yang dihasilkan Jung Da Bin sebelum dirinya meninggal bunuh diri 10 Februari 2007 lalu. Jadi ingat film ini dan langsung pengen nulis review nya saat baca berita beberapa hari lalu kalau orang tua Jung Da Bin menikahkan anaknya dengan seorang pria yang juga telah meninggal tahun 2002 secara spiritual dan kuburan Jung Da Bin akan dipindahkan di sebelah kuburan pria itu. Kedua keluarga yang tampaknya merupakan teman dekat berharap anak-anak mereka dapat berbahagia di alam lain sebagai pasangan suami istri walaupun semasa hidup mereka tidak pernah berkenalan. Mereka berharap kedua anak mereka yang meninggal sebelum sempat menikah itu dapat disatukan walupun hanya jasadnya saja yang bersebelahan, agak ngeri sih baca berita ini tapi sepertinya keyakinan orang Korea memang berbeda dengan Indonesia jadi kita cuma dapat menghormati keyakinan mereka.

Watch Streaming With Eng Sub I

Watch Streaming With Eng Sub II

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar