Jumat, 13 Mei 2011

Drama: The Greatest Love (2011)




Judul: 최고의 사랑 / Choegoui Sarang / The Greatest Love
Judul China : 最伟大的爱 / 最佳爱情
Judul Lain: Best Love
Judul Sebelumnya: 애정의 발견 / The Discovery of Affection
Genre: Komedi Romantis
Episode: 16
Broadcast network: MBC
Broadcast period: 27 April 2011sampai 16 Juni 2011
Waktu Tayang: Rabu dan Kamis 21:55
Another Hong Sister’s drama yang akan mencuri perhatian pemirsa di TV,  The Greatest Love atau Best Love merupakan serial berikutnya dari Hong Mi Ran dan Hong Jung Eun yang lebih dikenal dengan sebutan Hong Sister. Kesuksesan mereka meramu adegan romantic dengan penuh komikal sudah terbukti sejak Delightful Girl Chun Hyang, My Girl, Fantasy Couple, Hong Gil Dong, You’re Beautiful, sampai yang terakhir adalah My Girlfriend Is A Gumiho. Belum lagi di padukan dengan sutradara Park Hong Kyun yang sebelumnya menggarap The Great Queen Seon Deok dan New Heart merupakan jaminan bahwa serial ini akan sangat menarik dengan adengan komikal khas Hong Sister. Serial ini tayang perdana 27 April lalu di MBC mengantikan jam tayang Royal Family yang tayang setiap Rabu-Kamis jam 21.55.
Sebelumnya diberitakan bahwa Gong Hyo Jin akan dipasangkan dengan Lee Seung Gi yang menjadi pemeran utama dan merupakan proyek reuni Hong Sister dengan Lee Seung Gi setelah My Girfirend Is A Gumiho tahun lalu namun sebulan sebelum dimulainya syuting tiba-tiba pemeran utama justru digantikan oleh Cha Seung Won karena Hong Sister ingin membuat drama dengan setting pasangan yang berusia di awal 30-an berbeda dengan drama mereka selama ini dimana usia pemeran utamanya berkisar antara 20-an. Ini merupakan drama komedi romantic pertama Cha Seung Won yang sebelumnya selalu berperan menjadi badass di setiap serialnya seperti City Hall, Eye for An Eye sampai Athenna the Goddess of War hingga perannya sebagai Jin yang kekanak-kanakan terasa sangat fresh di layar belum lagi Gong Hyo Jin yang selama ini melekat dengan imej aktris mellow di Thank You sampai Sisters On The Road tampil beda dengan karakternya yang bubbly dan ceria. Yoo In Na yang sekarang sedang naik daun dengan My Black Mini Dress bersama Yoon Eun Hye dan Park Han Byul dan Secret Garden lalu variety show Heores menjadi second role lady yang sepertinya menambah menarik serial ini dan jangan lupa Yon Kye Sang, sang mentan member boyband popular G.O.D yang banting setir menjadi actor dijanjikan akan menampilkan aktingnya yang komikal disini belum lagi dengan kehadiran Lee Hee Jin mantan member girlband Baby VOX (girlband nya Yoon Eun Hye) yang berperan menjadi salah satu member girlband bersama Gong Hyo Jin dan Yoo In Na menambah daftar panjang mantan idol yang berperan di serial ini.  Jadi kurang alasan apalagi untuk menonton serial ini?  
Ae Jung (Gong Hyo Jin) merupakan mantan member sebuah girlband terkenal di akhir 90-an menjelang 2000-an dengan nama kukbo sonyeo (KBSN) yang artinya gadis-gadis yang merupakan harta nasional. Dahulu saat KBSN sangat terkenal (layaknya Fin KL), Ae Jung merupakan member yang sangat terkenal dibanding 4 member  lain dan satu-satunya member yang menjadi saingan popularitasnya adalah member termuda Se Ri (Yoo In Na). Saat KBSN popular, mereka memenangkan peringkat pertama di semua progam music di stasiun tv bahkan mendapatkan gelar sebagai girlband terbaik karena imej mereka yang innocent dengan seragam sekolah sebagai kostum panggung menambah kecintaan penggemar mereka.
Sepuluh tahun kemudian Ae Jung masih tetap menjadi selebriti namun dengan imej yang sangat buruk, dia diisukan menjadi sumber keretakan KBSN, belum lagi dengan sejumlah berita yang tersebar bahwa dirinya pernah terlibat perkelahian saat mabuk membuatnya mendapatkan cercaan dari masyarakat. Berbeda dengan Ae Jung, Se Ri justru menjadi selebritis dengan pujian masyarakat pasca bubarnya KBSN. Dia menjadi artis dengan imej yang berbeda dengan dirinya saat di KBSN dulu, jika di KBSN dia menjadi gadis imut dengan sisi innocent sekarang Se Ri menjadi selebritis yang sangat fashionable. Apapun yang dipakainya akan menjadi trend dan selalu diikuti oleh penggemarnya.
Yang menambah kepopuleran Se Ri adalah, sekarang dia berpacaran dengan Dok Ko Jin (Cha Seung Won) seorang actor papan atas Korea yang sedang mengembangkan sayapnya ke Hollywood.  Jin sangat terkenal, bahkan imej nya yang positif di hadapan masyarakat membuatnya membintangi sejumlah iklan yang menambah kepopulerannya.
Sebenarnya Se Ri dan Jin telah berpisah setahun yang lalu, namun karena igin menjaga popularitas maka mereka berdua masih berpura-pura menjalin hubungan agar kolom gossip selalu diisi oleh berita mereka berdua yang merupakan pasangan kesayangan masyarakat.
Ae Jung yang merupakan selebritis kurang terkenal selalu berusaha meningkatkan popularistasnya dengan terus menjad bintang tamu di hampir semua variety show. Kakaknya yang juga merupakan manajernya  yaitu Ae Wan (Jung Jun Ha) selalu bersamanya melewati saat-saat sulit. Sebenarnya karakter Ae Jung tidak seperti yang diberitakan selama ini, dia merupakan gadis kuat yang selalu berusaha keras untuk mencapai tujuannya hanya saja keberuntungan tidak berada di pihaknya.
Hidup Ae Jung mulai berubah saat dirinya justru dipasangkan dengan Jin menjadi pasangan suami istri virtual dalam variety show Couple Making (gabungan We Got Married dengan The Bachelor). Couple Making merupakan variety show yang sangat popular dengan pengacara sampai manajer keuangan pernah mengikuti acara ini  dan telah memasuki season ketiganya . Acara ini akhirnya diikuti oleh Pil Joo (Yoon Kye Sang) seorang dokter herbal yang tidak begitu tertarik dengan dunia selebritis sampai akhirnya bertemu dengan Ae Jung dan jatuh cinta padanya, belum lagi Se Ri ikut-ikutan di cast oleh sang produser untuk mengikuti acara ini.

Awalnya Ae Jung dan Jin sangat tidak saling menyukai dan sering bertengkar karena pertemuan mereka yang tidak sengaja sebelum variety ini dimulai membawa mereka dalam skandal karena kesalahpahaman wartawan yang justru membuat mereka berdua terplih mengikuti variety show ini.  Variety show ini semakin menarik karena saat yang sama Jin yang kekanak-kanakan dan egois justru mulai tertarik dengan Ae jung yang di matanya merupakan gadis mandiri yang tegar dan sangat berbeda dengan imej yang dimilikinya saat ini. Jin mulanya tidak sadar akan perasaanya namun dirinya mulai cemburu akan kehadiran Pil Joo yang sangat komikal dan cenderung bodoh diantara dirinya dan Ae Jung. Se Ri yang rupanya diam-diam masih menyukai Jin akhirnya merasa tersaingi dengan kehadiran Ae Jung di hidup Jin lalu berusaha mendapatkan cinta Jin kembali (khas kdramaland).
Bagaimanakah nasib Ae Jung si seleb denga imej buruk yang dipasangkan dengan Jin actor dengan sejuta pesona dan dicintai masyarakat yang justru sangat egois ini?
Serial ini juga dipenuhi dengan cameo dari pembawa acara sampai artis seperti Lee Hwi Jae, Park Kyung Rim, Kim Shin Young, Kim Gu Ra dan lain-lain juga kehadiran Park Shi Yeon yang sebelumnya tampil dalam My Girl sebagai petenis mantan pacar Lee Dong Wook.  Ini merupakan cirri khas Hong Sister di setiap dramanya seperti Han Chae Young dan Jae Hee si Chun Hyang dan Mong Ryong yang muncul di episode terakhir My Girl atau Park Shin Hye tetap menjadi Go Minam perannya di You’re Beautiful yang justru merupakan adik kelas Lee Seung gi  di My Girlfriend Is A Gumiho dan jangan lupa Lee Hong ki dengan rambut pirang khas Jeremy AN Jell juga muncul sekilas dalam My Girlfriend is A Gumiho. 

Cast
Gong Hyo Jin - Goo Ae Jung
Cha Seung Won - Dokko Jin
Yoo In Na - Kang Se Ri
Yoon Kye Sang - Yoon Pil Joo
Extended Cast
Choi Sung Min - Sutradara Kim Eun Ho
Kim Mi Jin - Produser Han Myung Jung
Jung Man Shik (정만식) - Direktur Jang
Ryu Hyo Young - Ha Roo Mi
Han Jin Hee - Goo Ja Chul
Jung Joon Ha - Goo Ae Wan (Kakak/Manajer Ae Jung)
Park Won Sook - Ibu Pil Joo
Choi Hwa Jung - Wakil Moon
Lee Hee Jin - Jenny
Im Ji Kyu - Kim Jae Suk
Bae Seul Gi - Han Mi Na
Yang Han Yeol (양한열) - Goo Hyung Kyu
Cameos
Lee Byung Jin (이병진)
Park Shi Yeon
Jang Hang Joon
Jung Doo Hong (정두홍)
Kim Goo Ra (김구라)
Lee Hwi Jae
Park Mi Sun
Lee Kyung Shil
Jo Hyung Gi (조형기)
Kim Ji Sun (김지선)
Jo Hye Ryun
Ji Sang Ryul
Kim Hyun Chul (김현철)
Park Kyung Rim
Kim Shin Young (김신영)
Production Credits
Produser: Kim Jin Man
Penulis Skenario: Hong Mi Ran, Hong Jung Eun
Suradara: Park Hong Kyun, Lee Dong Yoon (이동윤)

Official Site
Trailer I
Trailer II
Watch Streaming With Eng Sub I
Watch Streaming With Eng Sub II
Watch Streaming With Eng Sub III
Watch Streaming With Eng Sub IV




  

Selasa, 19 April 2011

Sympathy for Mr. Vengeance (2002)

Director :
Park Chan Wook
Cast :
Shin Ha Gyoon - Ryu
Bae Doo Na – Yeong Mi
Song Kang Hoo – Dong Jin
Ryu Seung Beom – Crazy boy at River
Lee Dae Yeon - Choe
Lim Ji Eun – Ryu’s Sister
Han Bo Bae – Yu Sun

Film ini menjadi pembukan trilogy revenge karya Park Chan Wook. Menjadi salah satu film yang cukup kontroversi saat rilis tahun 2002 di Korea. Tema balas dendam yang dianggap berlebihan, benturan nurani manusia dengan paham-paham kapitalis serta isu mafia perdagangan illegal organ tubuh manusia.

Ryu (Shin Ha Gyoon) adalah seorang penderita bisu tuli yang bekerja sebagai buruh pabrik perusahaan Ilshin Electronics. Ryu harus segera membiayai operasi transplantasi ginjal kakaknya (Lim Ji Eun). Tentu uang jutaaan won harus dia kumpulkan untuk itu. Tidak mudah bagi seorang penderita bisu tuli menghadapi ini. Dia berniat mendonornya ginjalnya tetapi golongan darah mereka berbeda. Ryu harus mengumpulkan uang untuk biaya operasi dan mencari donor ginjal dengan golongan darah yang sesuai. 

Ryu juga harus ikhlas menerima kenyataan menjadi bagian dari PHK tempatnya bekerja karena sedang dalam pengurangan karyawan. Depresi karena harus segera mengumpulkan duit, Ryu tergoda dengan sebuah organisasi ilegal penjualan organ tubuh manusia. Dia dijanjikan akan mendapat 10 juta won untuk menjual ginjalnya. Namun ginjal hilang, uang 10 juta tidak diterima karena setelah operasi Ryu ditinggalkan begitu saja dalam keadaan telanjang.  

Kekasih Ryu, Cha Yeong Mi (Bae Doo Na) yang anarkis menyarankan untuk menculik Yu Sun (Han Bo Bae) anak dari Dong Jin (Song Kang Ho) pemilik Ilshin Electronics, orang yang sangat berperan dalam PHK yang menimpa Ryu. Tanpa berpikir panjang Ryu menyetujui ide Yeong Mi. Dengan mudah mereka akhirnya berhasil membawa Yu Sun. Tinggal satu langkah lagi rencana Ryu mendapatkan uang banyak. Dengan bantuan Yeong Mi, Ryu berhasil mendapatkan sejumlah uang dari Dong Jin.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah selanjutnya kisah hidup Ryu, kebahagiaan yang telah di depan mata tiba-tiba lenyap begitu saja. Dia harus menerima kenyataan sang kakak meninggal dunia bunuh diri karena mengetahui Ryu menjadi korban PHK dan tidak ingin memberatkannya. Tidak sampai disitu saja, saat sedang menguburkan mayat di  kakaknya di tepi sungai, sebuah tragedi menimpa Yu Sun. Yun Sun tenggelam. Tragedi inilah yang menjadi awal bagian ketiga dari kisah film ini.

Dong Jin yang ditampilkan dengan karakter yang keras, memiliki jiwa sosial rendah serta tidak peduli dengan penderitaan bawahannya. Menemukan fakta anaknya tenggelam, Dong Jin membalaskan sakit hatinya. Dia bahkan ‘menipu’ petugas kepolisian yang membantunya mencari tahu tentang keterlibatan Ryu. Dong Jin telah memiliki rencananya sendiri untuk membalaskan dendam pada Ryu.

Film ini memberikan pengambaran mengenai karma. Percaya atau tidak karma selalu menjadi momok bagi banyak hidup orang. Kedua karakter yang saling baku hantam membalaskan dendam dalam film ini menerima karma atas perbuatannya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, karma dihadirkan bertubi-tubi dan bertumpuk. Akibat penculikan terhadap Yun Sun, Ryu harus kehilangan kakak dan kekasihnya secara bersamaa. Dong Jin yang dengan semena-mena memberhentikan banyak karyawannya harus kehilangan anak perempuan satu-satunya dan meregang nyawanya sendiri karena bertindak tanpa berpikir panjang. Mungkin untuk beberapa orang yang tidak mempercayai karma hal ini akan dianggap sebagai jalan hidup yang sudah digariskan untuk terjadi. Meskipun terlihat terlalu berkebetulan dan berlebihan.

Hubungan sebab akibat dalam film ini terlihat begitu dibaurkan dengan inti film yang berfokus pada balas dendam. Begitu mudah dan cepat bagi kepolisian untuk segera mengetahui keterlibatan Ryu tanpa adanya detail penyelidikan. Pertemuan antara Dong Jin, Yeong Min dan Ryu juga terasa seperti dipaksa untuk dimudahkan karena fokus balas dendam ingin segera ditampilkan dan dieksploitasi. Bagian-bagian detail ini sedikit menganggu film secara keseluruhan.

Adegan-adegan kekerasan menjelang akhir film terasa begitu menyiksa mata penonton, salah satunya adalah adegan pemotongan ujung belakang kaki yang cukup berhasil membuat menutupkan mata karena terasa begitu ngilu karena diperlihatkan dengan nyata.

Simpati seperti apakah sebenarnya yang ingin diambil oleh film ini dari penonton. Karena rentetan kekerasan yang berlebihan justru menjadi ironi sendiri untuk film ini. Kedua karakter yang berjuang untuk bertahan hidup dengan saling membalaskan dendam berusaha mengambil hati penonton dengan simpatinya yang justru telah terlalu lelah dengan kekerasan demi kekerasan yang menjadi polemik film ini menuju akhir ceritanya. Tidak ada lagi simpati bagi Dong Jin dan Ryu. Atau justru penonton tidak lagi bisa menentukan untuk siapa simpati akan mereka berikan. 

Song Kang Ho, Shin Ha Gyoo dan Bae Do Na bermain sangat maksimal. Akting cemerlang mereka berhasil menjadi salah satu poin terbaik untuk film ini. Terutama Kang Ho yang sukses menampilkan Dong Jin yang tampak tenang tetapi menyimpan amarah dan dendam yang begitu besar.

Salah satu scene stealer dalam film ini adalah orang gila cacat yang kerap kali hadir pada setiap adegan di Sungai. Ryoo Seung Beom berhasil membawakan peran ini dengan sangat baik. 
Selain naskah dan akting yang baik, film-film bertemakan balas dendam tentu harus memiliki segi teknis kuat, untuk membantu membuat rasa film semakin thrill. Kamera berhasil memberikan gambar-gambar nyata dengan bantuan set yang saling mendukung. Editing membuat sinkronisasi adegan ke adegan terasa nyata serta musik pengiring dibuat unik, dengan bunyi-bunyian khas yang berhasil mengiris mata dan hati penonton untuk merasakan pahitnya film ini.

Pusan Film Festival 2002 memberikan penghargaan film dan sutradara terbaik untuk Park Chan Wook. Sedangkan Korean Film Awards (MBC) 2002 memberikan penghargaan untuk cinematography dan editing terbaik.

Selasa, 12 April 2011

Oldboy (2003)

Director :
Park Chan Wook
Screenplay :
Cast :
Choi Min Sik – Oh Dae Soo
Yoo Ji Tae – Joo Hwan
Kang Hye Jeong – Mido

Bersama Ghost World (2001), Road to Perdition (2002), American Splendor (2003), A History of Violence (2005) dan Persepolis (2007), film ini menjadi film drama adaptasi komik terbaik yang pernah dibuat. Film ini dianggap memiliki hasil yang lebih optimal dan baik dari komik-komik aslinya. Selain itu mendapatkan kritikan positif, film-film ini juga meraih banyak penghargaan dari festival dan penghargaan film Internasional. Termasuk Oldboy sendiri. Prestasi terbaik untuk film ini adalah  untuk Park Chan Wook yang berhasil meraih penghargaan Grand Jury Prize Festival Film Cannes 2004.

Film ini menjadi bagian kedua dari trilogy revenge film yang dibuat oleh Park Chan Wook. Sympathy for Mr.Vengeance menjadi bagian pertama dan Sympathy for Lady Vengeance (2005) menjadi penutup trilogy ini.

Apa istimewanya Oldboy? Tidak banyak yang mengetahui Komik Oldboy sebelum akhirnya diadaptasi oleh Chan Wook. Oldboy adalah manga Jepang, diterbitkan oleh Futubasha tahun 1996 dengan creator Nobouki Minegishi dan Tsuchiya Garon. Dari sebuah manga tidak populer, Wook mengarahkannya menjadi sebuah film yang tak terlupakan sepanjang masa. Paling tidak itu menurut imdb.com yang memposisikan film ini pada peringkat 100 dari 250 film terbaik sepanjang masa. Jalan cerita film ini berhasil membingungkan penonton sepanjang selama 120 menit. Penonton ditempatkan sama dengan Oh Dae Soo, karakter utama dalam film ini. Mencari tahu, berpikir, menunggu dan ikut terbawa bersama Oh Dae Soomenemukan fakta-fakta yang kemudian akan membuatnya menyesali semua perbuatan dan dosa-dosa masa lalunya. Apakah benar Dae Soo berdosa? Sebuah kisah balas dendam sadis dan pahit akibat dendam yang dipendam begitu dalam.

Plot tumpang tindih, editing yang dikerjakan cemerlang, alur bolak balik yang memikat, ilustrasi musik karya Jo Yeung Wook yang mengiris hati dan tentu twist demi twist yang disiapkan dengan rapi dan tidak terduga menjadi poin-poin istimewa film ini. Semua difilmkan dengan sangat baik. 

Pertanyaan kemudian muncul. Apakah sampai begitu sakitnya menyimpan dendam bertahun-tahun dan berencana dengan begitu rapi untuk membalaskanya. Apakah bisa diterima akal sehat atau bagaimana kita sebagai penonton bisa memahami pikiran kedua karakter utama yang saling dendam ini. Dalam film ini  penonton diminta untuk mengeyahkan akal sehat. Penonton diminta (dipaksa) memahami bahwa saat kemarahan begitu menguasai manusia dan tertahan bertahun-tahun mungkin akan terlihat sah-sah saja.

Oh Dae Soo (Choi Min Sik) harus menerima kenyataan hidup terpenjara selama 15 tahun tanpa sebab yang jelas, terpisah dari istri dan anak semata wayangnya. Melalui siaran televisi yang disediakan di ‘penjara’ itu dia mengetahui dirinya menjadi narapidana pembunuhan istrinya. Selama 15 tahun dia mencoba untuk berpikir siapa yang tega membuat hidupnya “berhenti”. Membuatnya kehilangan rasa. Membuatnya menjadi seorang monster mengerikan berwujud manusia yang bertekad akan membalas semuanya.

Tetapi semua seperti telah terencana untuknya. Saat kebebasan telah di depan mata, Dae Soo tidak dengan mudah menemukan apa yang selama 15 tahun direncanakan. Karena ternyata kebebasan yang dia terima adalah “penjara” kedua baginya. Hidupnya masih seperti dalam pengawasan. Dendam dan amarah seperti mengawasi kemanapun kakinya melangkah. Kebebasan baginya untuk mencari tahu adalah sebuah rencana baru yang akan segera mempertemukannya dengan sang pemilik hidupnya selama 15 tahun. Karena masa 15 tahun tersebut akan digenapkan dengan kisah selanjutnya yang akan menjadi penjara jiwa bagi Dae Soo sepanjang hidupnya.


Bahkah pertemuannya dengan Mido (Kang Hye Jeong) menjadi bagian rencana kedua hidupnya. Mido menjadi kekasihnya. Mido membantunya mencari tahu siapa dalang yang menjadikannya Monster. Sampai kemudian dia dipertemukan dengan Joo Hwan (Yo Ji Tae), yang mengaku bertanggung jawab terhadap kemalangan hidupnya. Joo Hwan meminta Dae Soo mencari tahu siapa dia dan penyebabnya memenjarakan Dae Soo selama 15 tahun. Joo Hwan bahkan bangga dengan dirinya sendiri berhasil membentuk Dae soo menjadi sosok mengerikan, penuh dendam dan amarah.

Misteri yang menyelimuti hidup Dae Soo selama 15 tahun akhirnya mulai terkuak. Satu persatu jawaban hadir tidak tanggung-tanggung dengan twist yang disembunyikan dengan rapi oleh film ini. Untuk Dae Soo dan penonton. Sebuah masa lalu yang pahit bagi Joo Hwan membuatnya menyimpan dendam bertumpuk-tumpuk selama belasan tahun dan merencana sebuah pembalasan yang begitu rapi. Bukan sebuah pembalasan biasa yang disiapkan. Tetapi sebuah rencana balas dendam jangka panjang yang akan disesali oleh Dae Soo sepanjang sisa hidupnya. Sebuah kenyaataan pahit, sangat pahit bahkan telah dan sedang disiapkan Joo Hwan untuk Dae Soo. Sama seperti Dae Soo telah membuat hidupnya hampa selama bertahun-tahun.

Choi Min Sik yang berperan sebagai Dae Soo memperlihatkan dengan begitu menyakinkan seorang pria biasa yang berubah menjadi monster yang mengerikan. Aktingnya berhasil membuat kita sebagai penonton ikut merasakan bagaimana pahit dan perihnya hidup dengan ketidakpastian dan penuh amarah dan dendam. Atas usahanya ini Min Sik menerima banyak penghargaan aktor terbaik, salah satunya dari Asia Pacific Film Festival 2004 

Rahasia hati, kekuatan dendam dan amarah serta misteri jiwa dan pikiran manusia menjadi polemik utama dalam film ini. Tidak dengan mudah bagi tiap manusia menerima kenyataan pahit yang dihadapkan padanya. Akal sehat dan jiwa yang bersih tentu menjadi satu-satunya jalan terbaik menyelami isi-isi hati dan pikiran untuk mencari sebuah iklas untuk dipilih. Tetapi justru bukan hal itulah sebaliknya yang ditampilkan dalam film ini. Sisi gelap pikiran dan hati manusia yang tidak bisa dengan mudah untuk dimengerti dan dipahami oleh siapapun. Membuat orang lain ikut merasakan perihnya kesedihan yang dibiarkan menguasai diri selama bertahun-tahun bukanlah sebuah penyelesaian yang bijak bahkan menyesatkan diri pada pilihan hidup yang salah seperti bunuh diri.

Selain di Cannes, film ini juga meraih penghargaan dari European Film Awards, British Independent Film Awards, Austin Film Critics Association Awards, Chicago Film Critics Association Awards, Hong Kong Film Awards, Stockholm Film Festival, Bangkok International Film Festival dan Asia Pacific Film Awards.

Jumat, 08 April 2011

Finding Mr.Destiny (2010)


Director
Ji Woon (Lim So Jung) bekerja sebagai director pemetasan teater musikal. Menjelang pementasan seorang pria memberikannya sebuah cincin. Sang Pria adalah seorang pilot yang akan terbang. Dengan bijak Ji Woon menolak permintaan sang pria untuk mengikatnya karena belum yakin dan siap untuk itu. Tanpa Ji Woon sadari sang pilot menyimpan cincin ke dalam tasnya yang kemudian ditemukan oleh ayah dan adiknya. Mereka berasumsi Ji Woon menerima lamaran sang Pilot.  

Ayah Ji Woon belakangan tahu atas penolakan anaknya. Dia kemudian juga tahu bahwa Ji Woon masih menyimpan kenangan cinta pandangan pertama Ji Woon untuk Kim Jong Ok ketika berlibur ke India. Pertemuan Ji Woon dengan Jong Ok begitu memberikan kesan yang mendalam buatnya. Dia pernah berpikir bahwa suatu saat jika mereka jodoh pasti akan bertemu kembali. Saat mereka berjanji akan bertemu kembali di Osaka, tetapi pertemuan itu tidak pernah terjadi. Meskipun demikian perasaan Ji Woon masih mengatakan bahwa Jong Ok masih ada untuknya.

Mengetahui ada sebuah perusahaan “Finding Your First Love” yang baru saja didirikan oleh Gi Joon (Gong Yoo), Sang Ayah meminta bantuan Gi Joon untuk membantu mencari cinta pertama Ji Woon. Awalnya Ji Woon berpikir ayahnya terlalu mengada-ada, tetapi kemudian diapun menjalani permintaan ayahnya. Toh tidak ada salahnya, kalau ketemu untung kalau tidak mungkin memang bukan jodoh. Tetapi justru inilah kemudian yang mengubah jalan hidupnya, kebersamaan bersama Gi Joon mengubag segalanya, membuat merasakan cinta yang lain. Tipical plot film-film drama komedi romantis yang sangat umum sekali, tetapi bagi filmmaker Korea dihasilkan dengan sangat menarik.

Bersama-sama kemudian mereka melakukan investigasi mencari tahu keberadaan Jong Ok. Berbagai sudut kota dan pelosok Korea mereka datangi untuk menemukan Jong Ok. Tentu tidaklah mudah. Berbagai macam karakter orang-orang yang mengaku bernama Jong Ok mereka temui, dari yang tua, yang muda dan bahkan sampai yang aneh-aneh konyol. Sering menghabiskan waktu bersama tentu membuat mereka mulai merasakan ada sesuatu diantara mereka berdua. Terutama Gi Joon, dia seperti justru memiliki perasaan lebih untuk Ji Woon.

Hubungan mereka renggang karena kemudian ada informasi penting yang tidak Ji Woon beritahu pada Gi Joon. Gi Joon menemukan sebuah note tentang Osaka dari buku harian Ji Woon yang diberikan ayahnyan pada Gi Joon. Gi Joon beranggapan tentu menghalangi jalannya investigasi mereka. Sejak itu mereka tidak bertemu lagi sampai kemudian seorang yang mengaku bernama Jong Ok menghubungi Ji Goon mencari keberadaan Ji Woon. Tentu ini menjadi semakin berat buat Gi Joon yang terlanjur memiliki perasaan cinta untuk Ji Woon.

Bagaimanakah akhir kisah cinta Gi Joon? Akankah dia merajut cintanya dengan Ji Woon? Beranikah dia menyatakan isi hatinya pada Ji Woon? Siapakah yang akan dipilih oleh Ji Woon? Sebuah akhir yang indah tentu selalu disuguhkan untuk film komedi romantis macam ini, memuaskan karakternya dan tentu penontonnya. Sebuah twist/suprise manis juga disiapkan untuk mengakhiri manisnya film ini.

Film ini memberikan kita sebuah penuturan kisah cinta sederhana dan telah banyak dilakukan oleh film-film lain. Satu yang cukup membuat film ini memiliki nilai lebih adalah latar belakang lokasi India yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh sutradara film ini. Gambar-gambar keberadaan Ji Woon di India ditampilkan mengiringi memori-memori Ji Woon tentang Jong Ok yang kerap kali menghampirinya. Sub-plot mengenai kesibukan Ji Woon sebagai director pementasan teater musikal yang detail juga mengisi keutuhan jalan cerita film ini.

Gong Yo dan Lim So Jung bermain pas. Mereka bisa dikatakan serasi, sebagai partner kerja yang kemudian saling jatuh cinta. Gong Yo berhasil memperlihatkan karakter yang charming sekaligus konyol. Gong Yo memang salah satu aktor Korea yang selalu berhasil memaikan mimik wajah tanpa dosa, bodoh dan mengemaskan. 


Director:
Jang Yu Jung
Screenplay:
Jung Soo Kyung
Cast:
Lim So Jung – Ji Woon
Gong Yoo – Gi Joon
Genre:
Romantic Comedy