Selasa, 19 April 2011

Sympathy for Mr. Vengeance (2002)

Director :
Park Chan Wook
Cast :
Shin Ha Gyoon - Ryu
Bae Doo Na – Yeong Mi
Song Kang Hoo – Dong Jin
Ryu Seung Beom – Crazy boy at River
Lee Dae Yeon - Choe
Lim Ji Eun – Ryu’s Sister
Han Bo Bae – Yu Sun

Film ini menjadi pembukan trilogy revenge karya Park Chan Wook. Menjadi salah satu film yang cukup kontroversi saat rilis tahun 2002 di Korea. Tema balas dendam yang dianggap berlebihan, benturan nurani manusia dengan paham-paham kapitalis serta isu mafia perdagangan illegal organ tubuh manusia.

Ryu (Shin Ha Gyoon) adalah seorang penderita bisu tuli yang bekerja sebagai buruh pabrik perusahaan Ilshin Electronics. Ryu harus segera membiayai operasi transplantasi ginjal kakaknya (Lim Ji Eun). Tentu uang jutaaan won harus dia kumpulkan untuk itu. Tidak mudah bagi seorang penderita bisu tuli menghadapi ini. Dia berniat mendonornya ginjalnya tetapi golongan darah mereka berbeda. Ryu harus mengumpulkan uang untuk biaya operasi dan mencari donor ginjal dengan golongan darah yang sesuai. 

Ryu juga harus ikhlas menerima kenyataan menjadi bagian dari PHK tempatnya bekerja karena sedang dalam pengurangan karyawan. Depresi karena harus segera mengumpulkan duit, Ryu tergoda dengan sebuah organisasi ilegal penjualan organ tubuh manusia. Dia dijanjikan akan mendapat 10 juta won untuk menjual ginjalnya. Namun ginjal hilang, uang 10 juta tidak diterima karena setelah operasi Ryu ditinggalkan begitu saja dalam keadaan telanjang.  

Kekasih Ryu, Cha Yeong Mi (Bae Doo Na) yang anarkis menyarankan untuk menculik Yu Sun (Han Bo Bae) anak dari Dong Jin (Song Kang Ho) pemilik Ilshin Electronics, orang yang sangat berperan dalam PHK yang menimpa Ryu. Tanpa berpikir panjang Ryu menyetujui ide Yeong Mi. Dengan mudah mereka akhirnya berhasil membawa Yu Sun. Tinggal satu langkah lagi rencana Ryu mendapatkan uang banyak. Dengan bantuan Yeong Mi, Ryu berhasil mendapatkan sejumlah uang dari Dong Jin.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah selanjutnya kisah hidup Ryu, kebahagiaan yang telah di depan mata tiba-tiba lenyap begitu saja. Dia harus menerima kenyataan sang kakak meninggal dunia bunuh diri karena mengetahui Ryu menjadi korban PHK dan tidak ingin memberatkannya. Tidak sampai disitu saja, saat sedang menguburkan mayat di  kakaknya di tepi sungai, sebuah tragedi menimpa Yu Sun. Yun Sun tenggelam. Tragedi inilah yang menjadi awal bagian ketiga dari kisah film ini.

Dong Jin yang ditampilkan dengan karakter yang keras, memiliki jiwa sosial rendah serta tidak peduli dengan penderitaan bawahannya. Menemukan fakta anaknya tenggelam, Dong Jin membalaskan sakit hatinya. Dia bahkan ‘menipu’ petugas kepolisian yang membantunya mencari tahu tentang keterlibatan Ryu. Dong Jin telah memiliki rencananya sendiri untuk membalaskan dendam pada Ryu.

Film ini memberikan pengambaran mengenai karma. Percaya atau tidak karma selalu menjadi momok bagi banyak hidup orang. Kedua karakter yang saling baku hantam membalaskan dendam dalam film ini menerima karma atas perbuatannya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, karma dihadirkan bertubi-tubi dan bertumpuk. Akibat penculikan terhadap Yun Sun, Ryu harus kehilangan kakak dan kekasihnya secara bersamaa. Dong Jin yang dengan semena-mena memberhentikan banyak karyawannya harus kehilangan anak perempuan satu-satunya dan meregang nyawanya sendiri karena bertindak tanpa berpikir panjang. Mungkin untuk beberapa orang yang tidak mempercayai karma hal ini akan dianggap sebagai jalan hidup yang sudah digariskan untuk terjadi. Meskipun terlihat terlalu berkebetulan dan berlebihan.

Hubungan sebab akibat dalam film ini terlihat begitu dibaurkan dengan inti film yang berfokus pada balas dendam. Begitu mudah dan cepat bagi kepolisian untuk segera mengetahui keterlibatan Ryu tanpa adanya detail penyelidikan. Pertemuan antara Dong Jin, Yeong Min dan Ryu juga terasa seperti dipaksa untuk dimudahkan karena fokus balas dendam ingin segera ditampilkan dan dieksploitasi. Bagian-bagian detail ini sedikit menganggu film secara keseluruhan.

Adegan-adegan kekerasan menjelang akhir film terasa begitu menyiksa mata penonton, salah satunya adalah adegan pemotongan ujung belakang kaki yang cukup berhasil membuat menutupkan mata karena terasa begitu ngilu karena diperlihatkan dengan nyata.

Simpati seperti apakah sebenarnya yang ingin diambil oleh film ini dari penonton. Karena rentetan kekerasan yang berlebihan justru menjadi ironi sendiri untuk film ini. Kedua karakter yang berjuang untuk bertahan hidup dengan saling membalaskan dendam berusaha mengambil hati penonton dengan simpatinya yang justru telah terlalu lelah dengan kekerasan demi kekerasan yang menjadi polemik film ini menuju akhir ceritanya. Tidak ada lagi simpati bagi Dong Jin dan Ryu. Atau justru penonton tidak lagi bisa menentukan untuk siapa simpati akan mereka berikan. 

Song Kang Ho, Shin Ha Gyoo dan Bae Do Na bermain sangat maksimal. Akting cemerlang mereka berhasil menjadi salah satu poin terbaik untuk film ini. Terutama Kang Ho yang sukses menampilkan Dong Jin yang tampak tenang tetapi menyimpan amarah dan dendam yang begitu besar.

Salah satu scene stealer dalam film ini adalah orang gila cacat yang kerap kali hadir pada setiap adegan di Sungai. Ryoo Seung Beom berhasil membawakan peran ini dengan sangat baik. 
Selain naskah dan akting yang baik, film-film bertemakan balas dendam tentu harus memiliki segi teknis kuat, untuk membantu membuat rasa film semakin thrill. Kamera berhasil memberikan gambar-gambar nyata dengan bantuan set yang saling mendukung. Editing membuat sinkronisasi adegan ke adegan terasa nyata serta musik pengiring dibuat unik, dengan bunyi-bunyian khas yang berhasil mengiris mata dan hati penonton untuk merasakan pahitnya film ini.

Pusan Film Festival 2002 memberikan penghargaan film dan sutradara terbaik untuk Park Chan Wook. Sedangkan Korean Film Awards (MBC) 2002 memberikan penghargaan untuk cinematography dan editing terbaik.

Selasa, 12 April 2011

Oldboy (2003)

Director :
Park Chan Wook
Screenplay :
Cast :
Choi Min Sik – Oh Dae Soo
Yoo Ji Tae – Joo Hwan
Kang Hye Jeong – Mido

Bersama Ghost World (2001), Road to Perdition (2002), American Splendor (2003), A History of Violence (2005) dan Persepolis (2007), film ini menjadi film drama adaptasi komik terbaik yang pernah dibuat. Film ini dianggap memiliki hasil yang lebih optimal dan baik dari komik-komik aslinya. Selain itu mendapatkan kritikan positif, film-film ini juga meraih banyak penghargaan dari festival dan penghargaan film Internasional. Termasuk Oldboy sendiri. Prestasi terbaik untuk film ini adalah  untuk Park Chan Wook yang berhasil meraih penghargaan Grand Jury Prize Festival Film Cannes 2004.

Film ini menjadi bagian kedua dari trilogy revenge film yang dibuat oleh Park Chan Wook. Sympathy for Mr.Vengeance menjadi bagian pertama dan Sympathy for Lady Vengeance (2005) menjadi penutup trilogy ini.

Apa istimewanya Oldboy? Tidak banyak yang mengetahui Komik Oldboy sebelum akhirnya diadaptasi oleh Chan Wook. Oldboy adalah manga Jepang, diterbitkan oleh Futubasha tahun 1996 dengan creator Nobouki Minegishi dan Tsuchiya Garon. Dari sebuah manga tidak populer, Wook mengarahkannya menjadi sebuah film yang tak terlupakan sepanjang masa. Paling tidak itu menurut imdb.com yang memposisikan film ini pada peringkat 100 dari 250 film terbaik sepanjang masa. Jalan cerita film ini berhasil membingungkan penonton sepanjang selama 120 menit. Penonton ditempatkan sama dengan Oh Dae Soo, karakter utama dalam film ini. Mencari tahu, berpikir, menunggu dan ikut terbawa bersama Oh Dae Soomenemukan fakta-fakta yang kemudian akan membuatnya menyesali semua perbuatan dan dosa-dosa masa lalunya. Apakah benar Dae Soo berdosa? Sebuah kisah balas dendam sadis dan pahit akibat dendam yang dipendam begitu dalam.

Plot tumpang tindih, editing yang dikerjakan cemerlang, alur bolak balik yang memikat, ilustrasi musik karya Jo Yeung Wook yang mengiris hati dan tentu twist demi twist yang disiapkan dengan rapi dan tidak terduga menjadi poin-poin istimewa film ini. Semua difilmkan dengan sangat baik. 

Pertanyaan kemudian muncul. Apakah sampai begitu sakitnya menyimpan dendam bertahun-tahun dan berencana dengan begitu rapi untuk membalaskanya. Apakah bisa diterima akal sehat atau bagaimana kita sebagai penonton bisa memahami pikiran kedua karakter utama yang saling dendam ini. Dalam film ini  penonton diminta untuk mengeyahkan akal sehat. Penonton diminta (dipaksa) memahami bahwa saat kemarahan begitu menguasai manusia dan tertahan bertahun-tahun mungkin akan terlihat sah-sah saja.

Oh Dae Soo (Choi Min Sik) harus menerima kenyataan hidup terpenjara selama 15 tahun tanpa sebab yang jelas, terpisah dari istri dan anak semata wayangnya. Melalui siaran televisi yang disediakan di ‘penjara’ itu dia mengetahui dirinya menjadi narapidana pembunuhan istrinya. Selama 15 tahun dia mencoba untuk berpikir siapa yang tega membuat hidupnya “berhenti”. Membuatnya kehilangan rasa. Membuatnya menjadi seorang monster mengerikan berwujud manusia yang bertekad akan membalas semuanya.

Tetapi semua seperti telah terencana untuknya. Saat kebebasan telah di depan mata, Dae Soo tidak dengan mudah menemukan apa yang selama 15 tahun direncanakan. Karena ternyata kebebasan yang dia terima adalah “penjara” kedua baginya. Hidupnya masih seperti dalam pengawasan. Dendam dan amarah seperti mengawasi kemanapun kakinya melangkah. Kebebasan baginya untuk mencari tahu adalah sebuah rencana baru yang akan segera mempertemukannya dengan sang pemilik hidupnya selama 15 tahun. Karena masa 15 tahun tersebut akan digenapkan dengan kisah selanjutnya yang akan menjadi penjara jiwa bagi Dae Soo sepanjang hidupnya.


Bahkah pertemuannya dengan Mido (Kang Hye Jeong) menjadi bagian rencana kedua hidupnya. Mido menjadi kekasihnya. Mido membantunya mencari tahu siapa dalang yang menjadikannya Monster. Sampai kemudian dia dipertemukan dengan Joo Hwan (Yo Ji Tae), yang mengaku bertanggung jawab terhadap kemalangan hidupnya. Joo Hwan meminta Dae Soo mencari tahu siapa dia dan penyebabnya memenjarakan Dae Soo selama 15 tahun. Joo Hwan bahkan bangga dengan dirinya sendiri berhasil membentuk Dae soo menjadi sosok mengerikan, penuh dendam dan amarah.

Misteri yang menyelimuti hidup Dae Soo selama 15 tahun akhirnya mulai terkuak. Satu persatu jawaban hadir tidak tanggung-tanggung dengan twist yang disembunyikan dengan rapi oleh film ini. Untuk Dae Soo dan penonton. Sebuah masa lalu yang pahit bagi Joo Hwan membuatnya menyimpan dendam bertumpuk-tumpuk selama belasan tahun dan merencana sebuah pembalasan yang begitu rapi. Bukan sebuah pembalasan biasa yang disiapkan. Tetapi sebuah rencana balas dendam jangka panjang yang akan disesali oleh Dae Soo sepanjang sisa hidupnya. Sebuah kenyaataan pahit, sangat pahit bahkan telah dan sedang disiapkan Joo Hwan untuk Dae Soo. Sama seperti Dae Soo telah membuat hidupnya hampa selama bertahun-tahun.

Choi Min Sik yang berperan sebagai Dae Soo memperlihatkan dengan begitu menyakinkan seorang pria biasa yang berubah menjadi monster yang mengerikan. Aktingnya berhasil membuat kita sebagai penonton ikut merasakan bagaimana pahit dan perihnya hidup dengan ketidakpastian dan penuh amarah dan dendam. Atas usahanya ini Min Sik menerima banyak penghargaan aktor terbaik, salah satunya dari Asia Pacific Film Festival 2004 

Rahasia hati, kekuatan dendam dan amarah serta misteri jiwa dan pikiran manusia menjadi polemik utama dalam film ini. Tidak dengan mudah bagi tiap manusia menerima kenyataan pahit yang dihadapkan padanya. Akal sehat dan jiwa yang bersih tentu menjadi satu-satunya jalan terbaik menyelami isi-isi hati dan pikiran untuk mencari sebuah iklas untuk dipilih. Tetapi justru bukan hal itulah sebaliknya yang ditampilkan dalam film ini. Sisi gelap pikiran dan hati manusia yang tidak bisa dengan mudah untuk dimengerti dan dipahami oleh siapapun. Membuat orang lain ikut merasakan perihnya kesedihan yang dibiarkan menguasai diri selama bertahun-tahun bukanlah sebuah penyelesaian yang bijak bahkan menyesatkan diri pada pilihan hidup yang salah seperti bunuh diri.

Selain di Cannes, film ini juga meraih penghargaan dari European Film Awards, British Independent Film Awards, Austin Film Critics Association Awards, Chicago Film Critics Association Awards, Hong Kong Film Awards, Stockholm Film Festival, Bangkok International Film Festival dan Asia Pacific Film Awards.

Jumat, 08 April 2011

Finding Mr.Destiny (2010)


Director
Ji Woon (Lim So Jung) bekerja sebagai director pemetasan teater musikal. Menjelang pementasan seorang pria memberikannya sebuah cincin. Sang Pria adalah seorang pilot yang akan terbang. Dengan bijak Ji Woon menolak permintaan sang pria untuk mengikatnya karena belum yakin dan siap untuk itu. Tanpa Ji Woon sadari sang pilot menyimpan cincin ke dalam tasnya yang kemudian ditemukan oleh ayah dan adiknya. Mereka berasumsi Ji Woon menerima lamaran sang Pilot.  

Ayah Ji Woon belakangan tahu atas penolakan anaknya. Dia kemudian juga tahu bahwa Ji Woon masih menyimpan kenangan cinta pandangan pertama Ji Woon untuk Kim Jong Ok ketika berlibur ke India. Pertemuan Ji Woon dengan Jong Ok begitu memberikan kesan yang mendalam buatnya. Dia pernah berpikir bahwa suatu saat jika mereka jodoh pasti akan bertemu kembali. Saat mereka berjanji akan bertemu kembali di Osaka, tetapi pertemuan itu tidak pernah terjadi. Meskipun demikian perasaan Ji Woon masih mengatakan bahwa Jong Ok masih ada untuknya.

Mengetahui ada sebuah perusahaan “Finding Your First Love” yang baru saja didirikan oleh Gi Joon (Gong Yoo), Sang Ayah meminta bantuan Gi Joon untuk membantu mencari cinta pertama Ji Woon. Awalnya Ji Woon berpikir ayahnya terlalu mengada-ada, tetapi kemudian diapun menjalani permintaan ayahnya. Toh tidak ada salahnya, kalau ketemu untung kalau tidak mungkin memang bukan jodoh. Tetapi justru inilah kemudian yang mengubah jalan hidupnya, kebersamaan bersama Gi Joon mengubag segalanya, membuat merasakan cinta yang lain. Tipical plot film-film drama komedi romantis yang sangat umum sekali, tetapi bagi filmmaker Korea dihasilkan dengan sangat menarik.

Bersama-sama kemudian mereka melakukan investigasi mencari tahu keberadaan Jong Ok. Berbagai sudut kota dan pelosok Korea mereka datangi untuk menemukan Jong Ok. Tentu tidaklah mudah. Berbagai macam karakter orang-orang yang mengaku bernama Jong Ok mereka temui, dari yang tua, yang muda dan bahkan sampai yang aneh-aneh konyol. Sering menghabiskan waktu bersama tentu membuat mereka mulai merasakan ada sesuatu diantara mereka berdua. Terutama Gi Joon, dia seperti justru memiliki perasaan lebih untuk Ji Woon.

Hubungan mereka renggang karena kemudian ada informasi penting yang tidak Ji Woon beritahu pada Gi Joon. Gi Joon menemukan sebuah note tentang Osaka dari buku harian Ji Woon yang diberikan ayahnyan pada Gi Joon. Gi Joon beranggapan tentu menghalangi jalannya investigasi mereka. Sejak itu mereka tidak bertemu lagi sampai kemudian seorang yang mengaku bernama Jong Ok menghubungi Ji Goon mencari keberadaan Ji Woon. Tentu ini menjadi semakin berat buat Gi Joon yang terlanjur memiliki perasaan cinta untuk Ji Woon.

Bagaimanakah akhir kisah cinta Gi Joon? Akankah dia merajut cintanya dengan Ji Woon? Beranikah dia menyatakan isi hatinya pada Ji Woon? Siapakah yang akan dipilih oleh Ji Woon? Sebuah akhir yang indah tentu selalu disuguhkan untuk film komedi romantis macam ini, memuaskan karakternya dan tentu penontonnya. Sebuah twist/suprise manis juga disiapkan untuk mengakhiri manisnya film ini.

Film ini memberikan kita sebuah penuturan kisah cinta sederhana dan telah banyak dilakukan oleh film-film lain. Satu yang cukup membuat film ini memiliki nilai lebih adalah latar belakang lokasi India yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh sutradara film ini. Gambar-gambar keberadaan Ji Woon di India ditampilkan mengiringi memori-memori Ji Woon tentang Jong Ok yang kerap kali menghampirinya. Sub-plot mengenai kesibukan Ji Woon sebagai director pementasan teater musikal yang detail juga mengisi keutuhan jalan cerita film ini.

Gong Yo dan Lim So Jung bermain pas. Mereka bisa dikatakan serasi, sebagai partner kerja yang kemudian saling jatuh cinta. Gong Yo berhasil memperlihatkan karakter yang charming sekaligus konyol. Gong Yo memang salah satu aktor Korea yang selalu berhasil memaikan mimik wajah tanpa dosa, bodoh dan mengemaskan. 


Director:
Jang Yu Jung
Screenplay:
Jung Soo Kyung
Cast:
Lim So Jung – Ji Woon
Gong Yoo – Gi Joon
Genre:
Romantic Comedy

Rabu, 06 April 2011

Death Bell 2: Bloody Camp

Masih ingat Death Bell (Kim Bum, Nam Gyuri-ex member See Ya, Lee Beom Soo,Yoon Jeong-hee)?! Film ini adalah salah satu film yang berhasil masuk dalam jajaran 10 besar film box office Korea tahun 2008 lalu dan satu-satunya film horror yang berhasil menembus box office dengan keuntungan $9,274,859 saat itu bahkan dianggap sebagai film horror korea paling terkenal nomor dua setelah A Tale of Two Sisters (Im Soo Jung ,Moon Geun Young).

Setelah 2 tahun akhirnya dirilis sekuelnya 28 Juli 2010 lalu meskipun dari segi cerita tidak berhubungan dengan Death Bell. Inti ceritanya masih sama yakni setiap bunyi bel (bunyi belnya tuh lagu bukan kyk di indonesia yang pake lonceng) di sekolah berdentang akan ada satu siswa yang ditemukan mati mengganaskan.

Seorang siswa SMA dan perenang Jeong Tae-yeon (Yun Seung-ah) ditemukan meninggal di kolam renang sekolah, dan dinyatakan sebagai kasus bunuh diri. Dua tahun kemudian, seorang guru Park Eun-su (Hwang Jung Eum) baru saja menjadi guru baru di sekolah dimana saudara tiri Tae-yeon Lee Se-heui (Park Ji-yeon *member T-ara*) bersekolah yang selalu dikejar oleh rasa bersalah dengan mimpi buruk dan di ganggu oleh siswa lain Eom Ji-yun (Choi Ah-jin).

Eun su menemukan kesulitan untuk mendapatkan perhatian dari muridnya selama dia mengajar dan selalu dibantu oleh guru yang lebih senior Cha (Kim Su-ro). Se-heui dan teman-teman kelasnya terpilih untuk mengikuti "Study camp" di sekolah mereka selama liburan musim panas sebagai persiapan masuk universitas. Siswa yang terpilih sebanyak 30 orang adalah siswa-siswa dengan nilai terbaik di sekolah mereka termasuk juga Kwan-Woo (Yoon Shi Yoon *si cakep Kim Tak Goo di Baker King*). Selama "study camp" berlangsung mereka akan tinggal di sekolah dengan jadwal belajar yang ketat, hubungan dengan dunia luar pun terlarang maka handphone mereka disita agar lebih berkonsentrasi belajar bahkan saat malam tiba gerbang sekolah akan di kunci dari luar sehingga tidak ada satu siswa pun yang dapat melarikan diri ditengah-tengah "study camp".

Kisah mengerikan mereka di mulai saat malam pertama mereka habiskan di sekolah yaitu ketika pelatih renang sekolah ditemukan tewas di dalam kamar mandi. Ketika mayat pelatih renang tersebut ditemukan, muncul pula tulisan di papan tulis "Saat seorang ibu yang tidak bersalah meninggal, apa yang akan dilakukan anak laki-lakinya?". Kemudian dari pengeras suara terdengar suara untuk memperingatkan para siswa bahwa mereka akan di bunuh satu per satu sampai mereka bisa menebak siapa pembunuhnya dan alasannya melakukan semua itu. Para siswa dan guru akhirnya terkurung di sekolah ketika kematian sangat dekat terjadi.

Ketika menulis skenarionya, ada yang menyarankan bahwa para karakter di film ini akan menyelesaikan berbagai pertanyaan yang diberikan oleh pembunuhnya seperti format Death Bell yang dulu. Namun sutradara Yoo Sun-dong menentang hal ini karena menurut dia idenya terlalu sama dengan film pertama. Yoo Sun-dong terinspirasi dari pengalamannya sendiri saat bersekolah, dengan guru yang otoriter seperti guru Kang (Kim Byung-ok) dan guru Cha (Kim Su-ro) atau kompetisi dan kekerasan antara para siswa seperti dirinya bersekolah dulu namun menambahkan kisah mengerikan ke dalam film.

Death Bell 2: Bloody Camp tayang perdana di Puchon International Festival of Fantastic Film tanggal 23 Juli 2010, ketika penutupan festival tersebut. Film ini di rilis secara serentak di Korea Selatan tanggal 28 Juli 2010 dan benar-benar sukses dengan lebih dari 50.000 penonton saat hari pertama tayang.

Kalo mau di bandingkan dengan film pertamanya, rasanya lebih bagus yang pertama karena ketegangan benar-benar dirasakan saat para siswa berusaha memecahkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pembunuhnya dari matematika sampai sastra korea sedangkan Death Bell 2 lebih memberatkan ke cara kematian para korbannya yang berbeda-beda dan benar-benar ekstrim seperti besi tajam yang dipasang sepanjang roda sepeda motor (matinya JK *Kwon Hyeon-Sang* sadiiiiis) atau boiler room yang di rubah fungsinya jadi ruang jebakan tempat matinya guru Cha (scene wkt Kim-Su ro mati tuh keren *miane step mom kim hehehe*). Tapi not bad lah, tetap bagus kok meskipun alurnya sangat tertebak dari awal cerita.

Cast
Park Ji-Yeon sebagai Lee Se-heui
Hwang Jeong-Eum sebagai Eun-Soo
Yoon Si-Yoon sebagai Kwan-Woo
Park Eun-Bin sebagai Na-Rae
Kim Su-Ro sebagai Guru Cha

Drama: I am Legend (2010)

KDrama “I am Legend” ini membuka posisi start-nya dengan rating yang cukup baik, 10,1% untuk episode 1, dan meningkat menjadi 11,7% di episode 2. Drama ini ditayangkan setiap hari Senin-Selasa distasiun TV, SBS. Awalnya, aktris Kim Sun Ah-lah (City Hall, My Name is Kim Sam Soon) yang akan menjadi pemeran utama di serial ini, namun, ia berubah pikiran di saat-saat terakhir, dan akhirnya aktris Kim Jung Eun (Lovers in Paris).

Sebagai trivia, semua aktris yang bermain di drama ini memutuskan untuk bernyanyi dan bermain musik secara langsung tanpa peran pengganti. Dan tidak tanggung-tanggung, mereka berlatih vokal dan berlatih memainkan alat musik untuk series ini.

Karakter dan Latar Belakang Cerita:

JEON SEOL-HEE (Kim Jung-eun) adalah salah satu cewek paling keren, tapi itu dulu waktu di smu. Saat ini, Seol Hee adalah seorang istri yang elegan dari pengacara yang handal, dan menantu dari sebuah keluarga pengacara elite. Keluarga ini memang tidak sekaya seperti keluarga dari kalangan chaebols, namun satu hal yang pasti, mereka sangat-sangat menjaga “image” di hadapan khalayak umum. Dan lagi, Seol hee memiliki seorang ibu-mertua yang sangat suka mengeluarkan kata-kata kejam dan mendengus, Seol Hee harus belajar untuk tunduk dan patuh dalam segala hal, dan hanya berkata “Ne, Omuni.”

Walaupun Seol Hee mengenakan pakaian bermerk desainer terkenal, biasa mengunjungi pergi ke spa untuk kalangan kelas atas, namun, kehidupan pernikahannya tragis. Meski demikian, Seol Hee tetap tersenyum, sekalipun itu senyum palsu untuk menutupi semuanya itu dan menjaga “image” keluarga. Kepada semua orang, Seol Hee berpura-pura bahwa hidupnya sangat bahagia. Dia dapat menanggung semuanya itu, karena hal itu sangat berharga, dan memang tidak ada kehidupan orang yang sempurna, kan?

Satu-satunya hal yang menghibur Seol Hee adalah sahabat-sahabatnya, bersama mereka membentuk Madonna Band, grup yang mereka bentuk sewaktu smu dlu. Seol Hee adalah gitaris dan vokalis, sementara Hwa Ja ( diperankan oleh Hong Ji Min ) adalah seorang basis. Seol Hee menjuluki Hwa Ja dengan sebutan Fa-ja. Fa Ja adalah wanita yang suka ceplas-ceplos, ribut, dan suka mendramatisasi keadaan, namun ia juga adalah seorang yang penyayang dan sahabat yang setia. Di posisi drummer, ada Su In ( diperankan oleh Jang Shin Young ).

Biasanya latihan band mereka adalah di tempat yang tertutup dan hanya sebagai sarana kreativitas. Walaupun Hwa Ja sangat ingin band mereka untuk go-public. Namun, Seol Hee menolak, Seol hee tidak dapat mempertaruhkan “image” keluarga mertuanya. Namun, selama latihan band mereka, Seol Hee dapat dengan bebas menjadi dirinya sendiri, sementara diluar itu, hidupnya penuh dengan topeng kepalsuan dan ketenangan setiap saat.

Seol Hee menikah dengan Cha Ji Wook ( diperankan oleh Kim Seung Soo ), seorang pengacara yang “dingin”, tidak berperasaan (sepertinya), dan tidak pernah membuat kesalahan. Kecuali saat menikahi Seol Hee, dan Ji Wook terang-terangan akan perihal ini dihadapan Seol Hee. Mereka menikah saat Seol Hee hanya seorang pegawai rendahan di kantor Ji Wook, dan Seol Hee “menggoda” Ji Wook, serta menggunakan alasan “kehamilan” untuk menarik Ji Wook. Demikianlah, kabar yang berhembus di kantor Ji Wook. Itulah sebabnya mengapa ibu mertua Seol Hee merasa gugup setiap kali seseorang menanyakan masa lalu Seol hee, dan memerintahkan semua orang untuk menutup mulut mereka.

Ji Wook tidaklah sesuci yang dipikir semua orang. Selama ini, ia berselingkuh dengan Oh Seung Hye ( diperankan oleh Jang Young Nam ), seorang pengacara perceraian dengan intuisi yang tajam dan “nafsu” untuk membunuh. Dia juga adalah seorang wanita yang sudah bercerai, dan ibu dari seorang anak laki-laki. Anak Seung Hye tinggal dengan ayahnya. Walaupun Seung Hye terlihat cool akan hubungan affair-nya dengan Ji Wook, namun, sebenarnya ia ingin agar Ji Wook bercerai dan hubungan mereka bisa “go-public.”

Hubungan Seol Hee dengan adik satu-satunya, Jae Hee tidak begitu baik. Hal ini dikarenakan Jae Hee marah karena Seol Hee bersedia menjalani kehidupan yang sedemikian. Seringkali mereka berdebat, dan perkataan adiknya melukai perasaan Seol Hee, padahal semenjak orang tua mereka meninggal, Seol Hee melakukan apa yang dia bisa untuk membesarkan adiknya dan menyekolahkannya di universitas kedokteran. Memang pendapat Jae Hee ada benarnya, namun, tetap saja bagi Seol Hee ini tidak adil. Sementara, Jae Hee bersikap sedemikian karena ia tidak tahan melihat kakak satu-satunya membuat alasan lagi dan lagi untuk menjalani kehidupan yang tidak bahagia.

Terakhir adalah Jang Tae Hyun ( diperankan oleh Lee Jun Hyuk ), seorang gitaris dan penulis lagu yang sedang vakum untuk sementara. Su In berinisiatif untuk merekrut Tae Hyun untuk membantu band yang ia bentuk ( bukan Madonna Band ), dan meningkatkan kualitas musik mereka. Namun, Tae Hyun mendengarkan satu kali dan menghina penampilan mereka. Ini adalah sifat asli Tae Hyun, yang suka berbicara kasar dan tidak memiliki kesabaran dalam menghadapi orang. Dia sendiri cukup terkenal di dunia musik. Dan penghinaan Tae Hyun membuat Seol Hee merasa malu, karena di masa mudanya, Seol Hee mengejar-ngejar Tae Hyun dan mendeklarasikan Tae Hyun sebagai cinta pertamanya ( yang tidak berbalas ).

Drama: Secret Garden (2010)

Secret Garden adalah drama fantasi roman yang akan dihasilkan dari tangan dingin pasangan PD-Penulis Naskah, Shin Woo Chul dan Kim Eun Sook. Duo ini dikenal dengan drama-drama maut mereka yang laris manis di ajang penghargaan, seperti The City Hall, On Air, dan Lovers.

Drama ini akan mengkisahkan tentang seorang pria, Kim Joo Won namanya. Kelihatannya Joo Won adalah pria yang sempurna, namun ia juga sombong dan agak kekanak-kanakan. Pemeran utama wanita kita bernama Gil Ra In ( nama dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan Lime ). Lime adalah seorang wanita yang kecantikan dan postur tubuhnya adalah idaman para aktris papan atas. Suatu hari Joo Won dan Lime “terdampar” di pegunungan dan mereka berteduh di sebuah rumah yang aneh. Kemunculan seorang nenek yang aneh dan menawarkan coklat kepada mereka membuat hidup mereka jungkir balik 180%. Mengapa? Karena keesokan harinya, mereka sudah “bertukar tubuh”, ataukah “bertukar jiwa”?
Drama ini akan tayang 13 November, di stasiun televisi SBS menggantikan slot drama “Life is Beautiful”

Kim Joo Won (31 tahun) diperankan oleh Hyun Bin

Joo Won adalah seorang chaebol (kaya) yang berpenampilan lesu dan hanya peduli mengenai dirinya sendiri. Joo Won adalah seorang pemilik department store. Semua pegawainya tidak menyukainya karena karakternya ini. Dia juga seorang pria yang tidak akan tergoda oleh wanita, dan ia sama sekali tidak tahu apapun mengenai cinta atau romance. Sedikit demi sedikit, hatinya mulai terbuka karena pesona Lime yang cukup unik. Ia pun jadi sering sekali memikirkan Lime. Awalnya ia kira, tidak mungkin dirinya akan jatuh cinta kepada gadis seperti Lime. Lalu kemudian, mengapa pikiran mengenai Lime terus-menerus muncul dipikirannya? Kesal karenanya, Joo Won pun menumpahkan kekesalannya kepada orang lain. Dan karena cemburu, ia melakukan sesuatu yang sangat kekanak-kanakan.

Suatu hari, pada sebuah acara khusus di department store, seorang wanita akan berkencan dengan Oscar ke Pulau Jeju. Oscar adalah model department store tersebut. Siapa sangka, wanita yang terpilih itu adalah Gil Ra Im. Apakah ini karma, karena kecemburuan Joo Won, ia membuat sebuah website anti-fan cafe untuk Oscar. Tapi malah berakhir dengan kencan antara Oscar dan Lime? Kim Joo Won si congkak ini pun tidak percaya akan kesialannya, karena ia berpikir “God must be a woman. That’s why she made me.”

Gil Ra Im / Lime (28 tahun) diperankan oleh Ha Ji Won

Postur tubuh yang sempurna, wajah cantik, dan punya gerakan tubuh yang lincah, Lime adalah seorang wanita pemeran pengganti. Ia bisa memahami pria jelek dan tak punya uang, tapi satu hal yang ia tidak bisa ampuni adalah seorang pria dengan ayunan tinju yang lemah. Ia memiliki bentuk tubuh “S” bak super model, tak peduli berapa banyak ia makan dan minum. Bahkan hanya dengan sample kosmetik gratis, wajahnya tetap bercahaya. Dengan tubuh dan wajah sedemikian, mengapa ia hanya berakhir sebagai wanita pemeran pengganti? Walaupun begitu banyak aktris top yang iri padanya. Tapi, Lime tak peduli, ia senang bisa tertawa sebebas-bebasnya dan makan sepuasnya.

Suatu hari, ia bertemu dengan Joo Won. Kesan pertama yang di dapat Lime adalah bahwa Joo Won seorang yang kurang dewasa, dan tidak memikirkan orang lain. Saking bencinya, Lime pun berpikir, Tuhan pasti sedang kehilangan akal, sampai-sampai Tuhan bersedia menciptakan sosok seperti si Joo Won. Pria itu, pikir Lime, tidak memperhatikan penderitaan orang lain, bahkan tidak sudi menaruh perhatian akan perasaan orang lain. Tapi pria itu cukup tampan dan berbahaya?

Oscar (31 tahun) dibintangi oleh Yoon Sang Hyun

Oscar adalah sepupu Joo Won. Dan ia adalah seorang yang kaya, pendapatannya diperoleh karena ia adalah seorang hallyu star.
Yoon Sang Hyun – yang biasanya bermain sebagai playboy tidak bertanggung jawab ( seperti di Queen of Housewives dan My Fair Lady ) – kali ini menunjukkan karismanya sebagai seorang penyanyi populer bernama Oscar. Karakter Oscar ini adalah salah seorang bintang Hallyu di garis depan dalam Hallyu Wave yang melanda dunia. Oscar dilengkapi dengan sekelompok fans wanita di dalam dan di luar negeri.

Yoon Seul dibintangi oleh Kim Sa Rang

Seorang sutradara iklan komersial, dilengkapi dengan kecantikan, kepintaran dan uang. Diam-diam ia menyimpan perasaan kepada Joo Won. Namun, Joo Won sama sekali tidak memperhatikannya.

Ssun (23 tahun) — Jay Park *ex leader 2PM* ( masih rumor )

Ssun adalah penyanyi pendatang baru yang tidak bisa diam di satu tempat. Minggu ini di Munich, minggu depan ia ada di Paris, dan minggu depannya lagi ia akan ke Istanbul. Ayahnya pergi meninggalkan keluarga karena Ibunya berselingkuh dengan pria lain. Akibat perselingkuhan ibunya, Ssun tidak percaya akan mahluk bergender wanita, dan ia juga tidak percaya akan cinta. Musiklah satu-satunya penghiburannya. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan Oscar.

Oke excited banget dengar serial ini bayangkan aja Hyun Bin sama Ha Ji Won bakalan jadi apa? *yg di bayangkan adalah Song Hye Kyo cemburu berat dan ngejar2 Ha Ji Won hahaha*. Meskipun karakter Hyun Bin g beda jauh kyk di My Name Is Kim Sam Soon atau Snow Queen tapi tetap mau lihat Hyun Bin versi baru dengan cemburuan yang kekanak-kanakan. Stylish nya benar-benar buat Hyun Bin jadi cakep banget isini tapi Yoon Sang Hyun g tau kenapa justru di sulap model rambutnya persis kyk zaman H.O.T atau G.O.D idol tahun 90-an dengan polem a.k.a poni lempar belah tengah yang sumpah bikin mukanya beda banget

Drama: Oh My Lady (2010)

Drama ini bercerita tentang perjuangan Yoon Gae Hwa (Chae Rim) seorang ibu rumah tangga biasa untuk mengambil kembali hak asuh putrinya dari tangan mantan suami yang telah menikah lagi. Untuk itu, Gae Hwa harus memiliki pekerjaan tetap dan tentunya mempunyai UANG untuk bisa memberi jaminan hidup anaknya. Segala pekerjaan dia tekuni bahkan menjadi pembantu rumah tangga, saat itu agensi tempatnya bekerja menawarkan pekerjaan baginya di sebuah apartemen namun dengan syarat Gae Hwa tidak boleh menceritakan pada siapapun pemilik apartemen tersebut. Ternyata pemilik apartemen tersebut adalah aktor terkenal, dan penyanyi yang sedang naik daun namun temperamental Sung Min Woo (Choi Si Won). Sayangnya pekerjaan di apartemen Min Woo tidak berjalan lancar karena sebuah kecelakaan kecil (baju yang akan di pakai Min Woo tidak sengaja hangus saat disetrika Gae Hwa). yang membuat mereka berdua bertengkar hebat hingga Gae Hwa di pecat.

Usaha Gae Hwa untuk memiliki pekerjaan layak tidak berhenti begitu saja untuk itu ia melamar pekerjaan di perusahaani pembuat drama musikal. Hanya saja syarat agar dia diterima kerja adalah dapat membujuk Sung Min Woo agar tampil dalam pertunjukkan drama musikal mereka (ini lantaran Gae Hwa bermulut besar menceritakan bahwa dia sangat kenal sang aktor Sung Min Woo). Gae Hwa segera memutar otaknya untuk membujuk Sung Min Woo berakting dalam drama musikal, tapi hal ini tidak mudah karena sebenarnya sang aktor besar Sung Min Woo sebenarnya sangat tidak pintar berakting hingga sangat sulit baginya tampil dalam pertunjukkan langsung seperti drama musikal. Dalam usahanya untuk membujuk Min Woo, tiba-tiba saja muncul anak kecil yang mengaku sebagai anaknya Min Woo. Kesempatan ini digunakan Gae Hwa untuk membujuk Min Woo tampil dalam drama musikal yang akan dibuat oleh perusahaannya, dengan ancaman anak hasil hubungan Min Woo dengan mantan kekasihnya itu akan Gae Hwa sebarkan ke media bila Min Woo menolak.

Gae Hwa yang akhirnya harus menjaga anak Min Woo terpaksa tinggal di apartemen Min Woo dan putrinya dia titipkan di rumah mantan suaminya. Kisah antara Gae Hwa dan Min Woo yang serumah dan tantangan mereka untuk menyembunyikan anak Min Woo penuh adegan lucu. Konflik muncul saat teman lama Min Woo yang datang dari Amerika Hong Yoo Ra (Park Han Byul) mulai tertarik dengan Min Woo dan direktur perusahaan tempat Gae Hwa bekerja Yoo Shi Joon (Lee Hyun Woo) yang dalam proses perceraian juga menyukai Gae Hwa. Akankah Min Woo tertarik dengan janda seperti Gae Hwa? atau dapatkah Gae Hwa menerima Min Woo yang masih kekanak-kanakan ini?

Cast
# Chae Rim as Yoon Gae Hwa
# Choi Si Won as Sung Min Woo
# Lee Hyun Woo as Yoo Shi Joon
# Park Han Byul as Hong Yoo Ra

Drama ini saat episode 1 belum terlalu terasa menarik, namun saat anak Min Woo hadir baru terasa ceritanya yang seru. Awalnya agak kaget waktu awal 2010 dengar super prince suju shiwon bakalan main serial sm chaerim tp ternyata disini dua-duanya keren (lagi musim ahjumma dgn brondong macam lee min ho dan son ye jin di personal taste). Sudah nntn blm chingu? serialnya sdh lumayan lama sih tayangnya 22 Maret 2010 lalu di SBS buat slot senin-selasa

Drama: My Girlfriend is a Gumiho (2010)

Drama ini berkisah tentang Cha Dae Woong ( diperankan oleh Lee Seung Gi ), anak dari orang kaya yang tidak pernah memiliki masalah apa pun. Dia tipikal anak rumahan, baik dan polos. Namun, siapa sangka, bahwa si “anak-rumahan” ini ternyata memiliki seorang kekasih, Mi Ho namanya (diperankan oleh Shin Min A). Mi Ho adalah seekor / seorang Gumiho yang sudah terkurung selama ratusan tahun, dan terlepas di masa sekarang, abad 22.

Gumiho adalah mahluk mitos dalam legenda masyarakat Korea. Gumiho digambarkan sebagai rubah berekor sembilan, yang bisa berubah wujud menjadi gadis cantik. Dan Gumiho selalu mengincar pria, dan memakan liver pria tersebut sebagai santapan mereka.
Sebagai satu-satunya cucu dari seorang yang kaya raya. Cha Dae Woong menjalani hidupnya sebebas yang dia inginkan. Dae Woong tidak memiliki impian atau ambisi yang cukup besar, selain menjadi bintang film. Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia sewaktu dia masih kecil, Dae Woong kemudian dibesarkan oleh kakek dan bibinya.

Suatu ketika, Dae Woong secara tidak sengaja membebaskan seorang Gumiho yang sudah terkurung ratusan tahun, yang kemudian akhirnya Dae Woong harus tinggal bersama si Gumiho ini, dan berperilaku selayaknya sepasang kekasih. Walaupun banyak temannya yang merasa iri karena Dae Woong memiliki pacar yang begitu cantik, namun sebenarnya Dae Woong merasa khawatir. Kapankah gilirannya menjadi santapan sang Gumiho?

Cast
Cha Dae Woong, 20 tahun (diperankan oleh Lee Seung Gi)
Cha Dae Woong ( diperankan oleh Lee Seung Gi ) berusia 20 tahun-an dan bermimpi ingin menjadi aktor film, terutama film action. Dae Woong adalah seorang mahasiswa, namun karena impiannya dan didukung dengan cara berpikir yang masih kekanakan, Dae Woong merasa dia harus berhenti kuliah dan segera memulai karirnya. Dae Woong cukup terkenal di kampus, dan Dae Woong benar-benar menikmati popularitasnya. Selain itu didukung dengan latar belakang Dae Woong yang berasal dari keluarga kaya, Dae Woong tidak pernah kekurangan sahabat, walaupun sebagian besar dari mereka adalah tipe teman penjilat.

Gu Mi Ho ( diperankan oleh Shin Min Ah )
Mi Ho dibebaskan secara tidak sengaja oleh Cha Dae Woong setelah terperangkap lama sekali. Mi Ho senang memakan daging. Mi Ho memiliki kemampuan untuk melihat, mendengar, mencium bau dan merasakan sesuatu dari jarak jauh. Kemampuan ini merupakan warisan turun-temurun, karena Mi Ho termasuk kedalam suku rubah mistis yang seringkali dianggap monster oleh manusia. Mi Ho terpaksa tinggal bersama Dae Woong, karena Mi Ho sudah tidak mengenali dunia yang ada sekarang, akibat Mi Ho dikurung terlalu lama.

Park Dong Joo, 20 tahun, ( diperankan oleh Noh Min Woo )
Dong Joo adalah pria yang sangat pintar dan memiliki intuisi yang tajam, namun dia menyembunyikan itu semua dibalik topeng wajah bersahabat dan baik hati. Dong Joo sudah pernah mengunjungi Afrika dan tempat ekstrim lainnya di dunia. Dong Joo adalah seorang dokter hewan, namun perihal masa lalunya adalah misteri bagi semua orang. Dong Joo tidak tertarik akan apapun, sampai suatu saat, rasa ingin tahunya muncul akibat kehadiran seorang Gumiho. Dong Joo merasa ini adalah suatu misteri yang harus dia pecahkan.

Eun Hye In ( diperankan oleh Park Su Jin )
adalah senior Dae Woong, juga gadis impian Dae Woong. Hye In adalah tiper orang yang manis dan ramah, namun karakter sebenarnya adalah wanita yang penuh tipu muslihat untuk mendapatkan keinginannya.Eun Hye In adalah seorang aktris pendatang baru di sebuah agensi yang cukup besar. Kesan yang dipancarkan oleh Eun Hye In adalah seseorang yang lemah lembut dan dilengkapi dengan aura akan seorang istri dan calon ibu yang baik. Hye In adalah cinta pada pandangan pertama bagi Dae Woon, namun Hye In tidak pernah menggubris perhatian yang diberikan Dae Woong. Sampai suatu saat, kehadiran Mi Ho dalam hidup Dae Woong membangkitkan rasa amarah dan cemburu Hye In, yang mulai merasa bahwa Dae Woong lebih memperhatikan wanita lain ketimbang dirinya.

Kim Byung Soo ( diperankan oleh Kim Ho Chang ) dan Ban Sun Nyeo ( diperankan oleh Hyo Min )
adalah sahabat dekat dan pengikut Dae Woong. Ayah Sun Nyeo adalah direktur yang menjalankan sekolah akting yang diikuti oleh Dae Woong. Sun Nyeo juga menyimpan perasaan suka pada Dae Woong, dengan cara yang berlebihan. Byung Soo, walaupun terlihat menyukai Sun Nyeo, namun Sun Nyeo tidak menyadari hal ini

Menjadi yatim piatu sewaktu kanak-kanak, Dae Woong dibesarkan oleh bibi dan kakeknya. Mereka sangat memanjakan Dae Woong. Hasil dari didikan ini adalah karakter Dae Woong yang sedikit sombong dan selalu mengikuti keinginannya sendiri, tapi Dae Woong juga adalah orang yang baik hati dan sangat menarik. Dae Woong selalu terlibat dalam masalah, dan kakek Dae Woong selalu menyelesaikan masalah yang dibuat Dae Woong dengan bantuan rekening bank.

Akhirnya, kita temui Park Dong Joo ( diperankan oleh Noh Min Woo ), seorang pria misterius yang layaknya detektif, mendeteksi keberadaan gumiho.

penulis naskah drama ini adalah Hong-bersaudari. Hong-bersaudari ini terkenal dengan drama-nya yang komikal, lucu dan jenaka. Lihat saja, Delightful Girl – Chun Hyang ( a.k.a My Sassy Girl – Chun Hyang ), atau Hong Gil Dong, atau You’re Beautiful.

Drama: Athena (2010)


Athena : Goddess of War yang dikabarkan adalah IRIS 2, sudah memulai proses syutingnya 19 Juni lalu. Proses syuting Athena ini sendiri tidak hanya dilakukan di Korea, melainkan di Italia dan beberapa kota di Eropa lainnya juga di Jepang. Proses pengambilan gambar yang dilakukan diluar negeri dimulai bulan Juli.

Karakter pertama, sebagai tokoh utama di series ini diperankan oleh Jung Woo Sung. Jung Woo Sung akan bermain sebagai seorang agen top yang tergabung dalam National Anti-Terror Service (NTS). Sedikit perbedaan dengan IRIS yang mengambil latar belakang National Security Service (NSS).

Su Ae (Sunny, Bottom of the 9th Inning with 2 Outs) benar-benar melepaskan karismanya sebagai gadis polos dan berubah menjadi gadis yang “berbahaya” namun tetap seksi sebagai seorang agen NTS.

Cha Seung-won (City Hall) yang akan bermain memerankan agen mata-mata.Cha akan bermain sebagai Sohn Hyuk, seorang agen yang sebelumnya bekerja untuk CIA. Pertemuan pertamanya dengan agen Jung Woo terjadi di Italia. Saat, NTS sedang melakukan mobilisasi di Italia, untuk menyelamatkan putri Presiden Korea yang diculik. Sohn Hyuk adalah agen utama di Athena. Athena adalah sebuah organisasi rahasia yang bertujuan untuk merebut kekuasaan. Diceritakan, bahwa Sohn Hyuk adalah seseorang yang “dingin”, karakter yang kejam, yang tidak memiliki “darah dan air mata”. Sohn Hyuk adalah seorang yang bekerja keras untuk menghasilkan agen-agen bagi Athena. Agen ini diklaim sebagai “human weapons” dan merupakan senjata utama Athena untuk mencapai tujuannya.

Kim Min-jong (Return of Iljimae, A Man Called God) beralih dari seorang psycho Hwang Woo Hyun menjadi seorang pengkhianat yang beralih dari Korea Utara dan menjadi rekan Jung Woo Sung.

Kemudian, ada SuJu’s prince, Choi Si Won (Oh My Lady) yang berperan sebagai seorang agen newbie, dan bekerja sebagai seorang analis data, dan sebagai seorang junior, teladannya adalah sunbae-nya, Jung Woo Sung.

Dan yang terakhir, Lee Jia (Beethoven Virus, Style, The Legend) yang adalah seorang agen juga. Di series ini, Lee Jia harus mampu mengeluarkan karisma sebagai seorang cewek agen yang tangguh.

Lee Jung-gil dari series IRIS, akan meneruskan perannya sebagai presiden, Jo Myung Ho. Ini mengindikasikan bahwa berbeda dengan series IRIS, series Athena akan lebih berkonsentrasi pada Blue House (Istilah untuk Istana Kenegaraan Korea). Dan Lee Bo Young, akan berperan sebagai putrinya (First Daughter). Boa pun akan bermin di serial ini sebagai dirinya sendiri dan Jung Woo Sung disewa sebagai bodyguard BoA. Untuk syuting adegan ini para kru langsung mengambil lokasi syuting saat SM Town Concert 10 di Seoul kemarin

Athena : Goddess of War akan tayang perdana di stasiun tv SBS, mengambil slot drama Senin-Selasa, pukul 21:55 ( waktu lokal ) menggantikan serial drama I am Legend

Closer to Heaven (2009)

Directed by Park Jin-pyo
Produced by Lee Eugene
Written by Park Jin-pyo
Starring Kim Myung-min
Ha Ji-won
Distributed by CJ Entertainment
Release date(s) 24 September 2009
Running time 121 minutes
Country South Korea
Language Korean
Budget US$3.3 million

Cast

* Kim Myung-min as Baek Jong-woo
* Ha Ji-won as Lee Ji-su

Dari judul n covernya aja aku udah tahu ceritanya pasti tentang seorang yang sakit terus dirawat sama ceweknya sampe meninggal. Dan ternyata tebakanku benar. Ini cerita lengkapnya.

Baek Jong woo adalah seorang laki-laki yang mengidap penyakit Lou Gehrig's disease. Penyakit ini menyerang tulang si penderita sehingga secara perlahan tapi pasti penderita penyakit ini akan mengalami kelumpuhan sampai akhirnya meninggal.

Lee Ji Su adalah kekasih dari Jong Woo. Sebelumnya ia pernah menikah dua kali namun akhirnya bercerai karena suaminya tidak tahan dengan pekerjaan Ji Su. Ji Su bekerja pada sebuah perusahaan pemakaman. Mereka meninggalkan Ji Su karena menganggap tangan Ji Su adalah tangan sial yang mengerikan karena dengan tangan itu ia sering memandikan mayat. Namun berbeda dengan Jong Woo, dia berpendapat bahwa tangan Ji Soo adalah tangan terindah di dunia.

Akhirnya Ji Su dan Jong woo menikah tanpa dihadiri satu orang pun. Namun kehidupan rumah tangga mereka lebih banyak dihabiskan di rumah sakit. Ji Su dengan penuh kesabaran merawat Jong Woo yang perlahan-lahan kondisinya mulai memburuk. Bahkan saking inginnya Ji Soo agar Jong Woo sembuh, ia membawa Jong Woo ke pengobatan alternatif dan ternyata bukannya sembuh, penyakit Jong Woo justru bertambah parah.

Sempat Ji Su bertengkar dengan Jong Woo dan akhirnya Ji Su meninggalkan Jong Woo. Ketika ia kembali ke rumah, ia mencoba untuk mengikat tangan dan kakinya dengan sangat kencang sampai ia tidak bisa bergerak. Barulah saat itu dia merasakan bagaimana rasanya menjadi lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun, akhirnya ia kembali lagi pada Jong Woo.

Endingnya udah bisa ditebakkan? Jong Woo meninggal dan yang mengurus pemakamannya adalah Ji Su. Ji Su juga yang memandikan dan mendandani mayatnya.

Film ini sedih. Akting Kim Myung Min yang berperan sebagai Jong Woo patut diacungin jempol. Pinter banget meranin orang lumpuh yang bahkan untuk menepuk nyamuk atau membalikkan halaman buku yang sedang ia baca dia udah ga mampu. Bagi yang udah nonton Beethoven Virus pasti tahu sama cowok yang satu ini karena di Beethoven Virus dia juga berperan sebagai tokoh utama jadi konduktor. Aktingnya bagus banget jadi orang nyebelin, di film ini juga dia sedikit nyebelin karena kadang-kadang dia manggil Ji Su yg lagi di kantor hanya untuk nyuruh ngebuka halaman buku yang lagi ia baca. Untungnya Ji Su super sabar. Salut juga ma Ha Ji Won di film ini.

Untuk perannya dalam film ini Kim Myung Min meraih penghargaan aktor terbaik dari Grand Bell Film Award dan Blue Dragon Film Award 2010.


City of the Father (2010)

Directed by Park Ji-won-I (박지원)
•Action •Drama
101min | Release date in South Korea : 2009/10/15
Distribution
Sidus FHN (싸이더스FHN)
Alternative title : "Bu.San"

Cast :
Kim Yeong-ho (김영호) As Jo Tae-seok (조태석)
Ko Chang-seok (고창석) As Kim Kang-soo (김강수)
Yoo Seung-ho (유승호) As Kim Jong-cheol (김종철)
Jeong Seon-kyeong (정선경) As Lee Seon-hwa/Eun-ji (이선화/은지)


Jong Chul adalah anak yang dibesarkan oleh Kang Su. Namun hidup dengan ayah seperti Kang Su tidaklah mudah karena Kang Su hobinya hanya mabuk-mabukan dan sering memukul Jong Chul. Namun Jong Chul hanya bisa diam dan menurut ketika Kang Su memukulnya.

Suatu hari Jong Chul jatuh sakit. Sakitnya cukup parah dan membutuhkan transplantasi ginjal. Mendengar hal itu, Kang Su bukannya sedih malah bersikap acuh, malah dia berkata tidak peduli jika Jong Chul hidup atau mati. Mendengar itu membuat hati Jong Chul sedih.

Namun sebenarnya yang Kang Su ucapkan itu tidak sesuai dengan hatinya. Ia mengatakan itu karena kesal pada dirinya sendirinya karena ia tidak bisa menyumbangkan ginjalnya untuk Jong Chul karena sebenarnya dia bukan ayah kandung Jong Chul, selain itu karena salah satu ginjalnya juga telah diambil paksa oleh rentenir sebagai pembayaran hutangnya yang berjumlah besar.

Untuk itu Kang Su berusaha menemui ayah kandung Jong Chul yaitu Tae Suk. Tae Suk adalah seorang bos mafia dan Kang su dulunya adalah anak buah Tae Suk. Karena dulu Kang Su pernah berbuat salah maka ia diusir oleh Tae Suk. Dan kini Kang Su kembali pada Tae Suk bahkan sampai memohon dan bersujud agar Tae Suk mau menolong anaknya. Kang su pun akhirnya mengatakan pada Tae Suk bahwa Jong Chul adalah anak kandung Tae Suk.

Lalu bagaimana kelanjutannya? Apa akhirnya Tae Suk mau menolongnya? Nonton aja deh, nih film sedih banget. Bagus. kaya waktu nonton Hearty Paws nya Yoo Seung Ho. Sedih... Paling sedih pas Jong Chul ngomong gini : "Waktu kecil aku tinggal bersama Ibu, terkadang aku iri pada anak lain yang memiliki ayah karena aku hanya punya Ibu, namun kemudian aku bertemu ayah yang kukira sudah meninggal, namun ketika aku memiliki ayah justru aku kehilangan Ibu, maka dari itu aku tidak mau kehilangan ayah karena hanya dia yang kumiliki saat ini". Sedih banget kan..... itulah mengapa walau dia sering dipukul ma ayahnya tapi dia ga pernah ngelawan karena sebenernya dia sayang ma ayahnya.

Cerita film ini mirip sama film "Last Present". Tentang seorang ayah yang demi mengobati anak kesayangannya akhirnya menemui si ayah kandung dan ayah kandungnya adalah seorang penjahat. MIrip banget. Namun penyajiannya beda. Kalau di Last Present kita bisa ngeliat perjuangan si ayah kandung untuk bisa ngobatin si anak, kalo di City of Father kita bisa ngeliat perjuangan si Ayah palsu. Dua-duanya sedih banget tapi menurutku City of Father lebih bagus karena menunjukkan bahwa yang dikatakan seorang ayah tidak harus yang memiliki hubungan darah.

Film ini mengandung banyak nilai yang bisa kita petik. Bahwa keluarga tetaplah keluarga. Walau tidak pernah menunjukkan kasih sayang namun sebenarnya kasih sayang itu ada. Terlihat dari sikap Jong chul dan Kang Su. Di film ini kita bisa liat besarnya cinta seorang ayah pada anaknya. Ini baru ayah, yang tidak mengandung, tidak melahirkan, tidak menyusui. Bayangkan seberapa besar cinta seorang Ibu pada anaknya. Film ini mengajarkan kita untuk lebih sayang sama orang tua kita. Omma, Appa, saranghe................

Kalo suruh ngasih nilai 1-10, aku bakal ngasih nilai 11, soalnya emang bagus, aku suka banget yang tema keluarga kaya gini.

Drama: Invincible Lee Pyung Kang (2009)

 
* Title: 천하무적 이평강 / Cheonhamujuk Lee Pyung Kang
* Also known as: Invincible Lee Pyung Kang / Taming of the Heir
* Genre: Romance, comedy
* Episodes: 16
* Broadcast network: KBS2
* Broadcast period: 2009-Nov-09 to 2009-Dec-29
* Air time: Monday & Tuesday 21:55

Cast

* Nam Sang Mi as Lee Pyung Kang
* Ji Hyun Woo as Woo Ohn Dal
* Seo Do Young as Edward (professional golfer)
* Cha Ye Ryun as Kwan Ja Rak
* Park Ki Woong as Jo Sun In
* Kil Yong Woo as Woo Pyung Won
* Choi Myung Gil as Je Wang Hu (Ohn Dal's step-mother)
* Kim Heung Soo as Je Young Ryu (Ohn Dal's step-brother)


Synopsis

Sebenernya agak ribet nyeritain Invincible Lee Pyung Kang ini. Karena dari awal sampai akhir murni masalah perusahaan dan perebutan kekuasaan di perusahaan itu. Sebenernya type drama yang kaya gini bukan type kesukaanku untuk ditonton karena agak ribet mikirnya, tapi aku coba untuk nyeritainnya.

Woo On Dal adalah anak dari seorang pemilik resort pariwisata bernama SHINEROSE dan andalan perusahaan ini adalah lapangan golf yang mempunyai design unik. Perancang lapangan golf ini adalah ayahnya Lee Pyung Kang yang telah meninggal dan Lee Pyung Kang kini bekerja sebagai karyawan di perusahaan ini.

Pertemuan awal Lee Pyung Kang dan Woo On Dal adalah ketika Woo On Dal lari untuk menghindari orang-orang yang berusaha untuk mencelakakannya dan tibalah ia di rumah Lee Pyung Kang dalam keadaan bertelanjang dada. Lee Pyung Kang yang menyangka bahwa Woo On Dal adalah seorang maniak lalu melaporkannya ke polisi.

Woo On Dal akhirnya tahu bahwa orang yang mencoba untuk mencelakainya adalah Jae Young Ryu, saudara tiri Woo On Dal yang berambisi untuk mendapatkan perusahaan ayahnya. Awalnya On Dal tidak berminat pada perusahaan itu, namun tiba-tiba ayahnya jatuh sakit dan hilang ingatan. Sebelum sakit ayahnya sempat menulis surat wasiat yang isinya tentang pemilihan penerus perusahaan. Kandidatnya adalah Woo On Dal dan Jae Yong Ryu. Mulailah persaingan di mulai saat itu. Woo On Dal yang tadinya merasa bahwa perusahaan tersebut tidak penting perlahan-lahan mulai merasa seperti keluarga dengan para karyawan perusahaan. Untuk itu ia terus mencoba untuk bertahan walau Jae Yong Ryu berkali-kali berbuat curang.

Lalu love story nya? Nih aku ceritain. Woo On Dal sudah 10 tahun menjalin hubungan dengan Kwan Ja Rak semenjak mereka masih bersekolah. Namun karena sikap On Dal yang tidak pernah serius dan kekanak-kanakan, apalagi tentang masalah perusahaan, membuat Kwan Ja Rak mulai menjauh dari On Dal.

Karena On Dal ingin menunjukkan keseriusannya pada Ja Rak, ia bertekad untuk menang dalam pertandingan golf yang diadakan oleh perusahaan. Untuk itu ia meminta Lee Pyung Kang untuk menjadi Caddy nya karena Lee Pyung Kang sangat mengenal lapangan golf tersebut. Sebagai gantinya, On Dal berjanji untuk mengembalikan design golf seperti semula sesuai rancangan Ayah Lee Pyung Kang. Mulai dari situlah hubungan mereka berdua menjadi dekat. Apalagi On Dal juga tinggal di rumah Lee Pyung Kang.

Makin ke belakang cerita makin seru. Apalagi muncul tokoh bernama Edward yang merupakan sahabat pena Lee Pyung Kang dari Swiss. Dan ternyata Edward adalah orang yang bekerja sama dengan Jae Yong Ryu untuk mendapatkan SHINEROSE.

Jujur aja ya, di awal-awal episode aku sempet bosen nonton film ini. seperti yang aku bilang tadi, film yang ngebahas masalah perusahaan atau bisnis atau semacamnya, bukan type kesukaanku soalnya agak ribet. Tapi menjelang pertengahan sampai akhir mulai seru, dari pas On Dal mulai suka sama Pyong Kang. Lucu banget deh tingkahnya. Trus di film ini di selipin cerita kolosalnya. Biasanya aku juga ga suka ma kolosal, soalnya dandanannya aneh-aneh. Tapi untuk yang satu ini, aku suka banget. Abis kocak sih.

Sebenernya alasan aku nonton film ini karena pengen liat So Do Young, pemeran Jae Ha di Spring Waltz. Kangen ma aktingnya dia, udah lama banget ga keliatan. Di Invincible Lee Pyung Kang ini dia beda banget penampilannya, makin cakep aja, hehehe... trus dia memperlihatkan kefasihannya dalam bahasa inggris plus bahasa sweden (kalo ga salah), keren deh pokoknya. Selain itu aku juga pengen liat Ji Hyun woo. Pertama kali liat di Fly High (Movie), karakternya ga beda jauh. Ekspresif gitu. Sekilas kalo diliat mimiknya kaya Rain, iya ga sih?

Nilai plus lagi buat nih film OST nya bagus-bagus. Ngga bosen dengernya. Apalagi yang lagunya MC Mong feat Maybee. Keren deh.

Our English Teacher (2008)

Cast: Kim Su-Ro, Lee Han-Wi, Baek Seong-Hyeon, Lee Min Ho, Park Bo young, Moon Chae Won 

Director: Park Gwang-Chun
Genre: Comedy, School
Production: Courage Film
Distribution: SK Telecom
Language: Korean
Country: South Korea

Film ini bercerita mengenai seorang guru yang berjuang agar tetap bisa mengajar di sekolah.

Seong Geun adalah guru olah raga di yang mengajar di salah satu sekolah favorite. Banyak muridnya yang takut dan tidak suka pada guru yang satu ini karena ia sering mencari murid-muridnya yang sedang bolos dan memergoki mereka dan setelah itu, tentu saja menghukum mereka. Tidak hanya itu, ketika ada muridnya yang berkelahi, bukannya mencoba untuk memisahkan dan mendamaikan, justru ia malah ikut taruhan dan hasil taruhannya diberikannya pada yang kalah untuk biaya pengobatan. Murid-muridnya sering memanggilnya dengan sebutan ET (sebutan untuk orang aneh).

Namun sebenarnya Seong Geun adalah seorang guru yang baik dan sangat memperhatikan murid-muridnya. Hanya saja tidak banyak murid yang tahu tentang kebaikkanya, hanya segelintir siswa yang menyadari hal itu. Seong Geun, selalu menyisihkan uangnya dan menabungnya untuk membantu murid-muridnya yang kesusahan. Murid yang pernah dibantunya adalah Chul Min yang hidup bersama neneknya yang miskin dan Seong Geun membantunya membayar uang sekolah, ia juga membayaran kartu bus bulanan Ji Hye yang rumahnya jauh, membantu menjaga ibunya Ju Hyuk yang cacat, tiap hari membeli sayuran dari ibunya Eun Shil yang menjual sayuran di pasar, dan melatih Jung Koo untuk menjadi petinju agar dapat beasiswa masuk universitas.

Suatu hari pihak sekolah memutuskan untuk mengurangi jam pelajaran olah raga dan menambah pelajaran penting untuk masuk perguruan tinggi seperti matematika dan bahasa inggris. Dan Seong Geun sebagai guru olah raga yang menjadi korbannya. Ia harus berhenti mengajar di sekolah itu, atau jika ia masih ingin mengajar, harus beralih menjadi guru bahasa inggris atau matematika.

Seong Geun memutuskan untuk menjadi guru bahasa inggris, tapi tidak semudah itu, ia harus mengikuti ujian agar dapat menjadi guru bahasa inggris. Ia pun berusaha keras belajar untuk dapat lulus dalam ujian itu dan akhirnya berhasil menjadi guru bahasa inggris. Namun ternyata masalah lain datang. Kemampuan bahasa inggris murid-muridnya bisa dibilang melebihi kemampuan sang guru. Banyak murid yang meremehkannya dan tidak mendengarkannya. Lalu bagaimana cara sang E.T(English Teacher) ini menghadapi murid-muridnya itu? Nonton aja ya....

Film ini bagus banget menurutku. Memang tidak ada unsur love story atau romance di film ini. Tapi banyak banget nilai yang bisa diambil dari film yang satu ini. Ada dialog yang paling aku inget di film ini yaitu "Murid-murid sekarang lebih memilih guru yang kompeten di banding guru yang baik". Sedih juga denger kalimat itu karena memang banyak murid yang lebih mementingkan nilai berupa angka di atas kertas dibandingkan nilai moral itu sendiri. Padahal seharusnya tugas pihak sekolah selain untuk menghasilkan siswa - siswa yang pintar juga harus menanamkan pendidikan moral pada murid-muridnya.

Genre film ini adalah komedi, tapi entah kenapa aku kok lebih banyak nangis dari pada ketawa pas nonton film ini ya. Salut sama perjuangan sang guru untuk mendidik murid-muridnya. Nilai dariku buat film ini 89.

Baru nyadar pas nonton film ini ternyata beberapa pemain dalam serial komedi Mackerel Run reuni lagi di film ini, seperti Lee Min Ho, Moon Chae Won dan Park Bo Young. Cuma dengan karakter yang berlawanan. Lee Min Ho yang di Mackerel Run jadi cowok yang slengean, hyper aktif dan ceria, di film ET ini jadi tokoh yg cool dan pendiam. Moon Chae Won yg di Mackerel Run jadi cewek kaya yg ceria, di film ET jadi cewek miskin yang malu atas kemiskinannya. Lalu Park Bo Yong yang di Mackerel Run jadi cewek pekerja keras yang sering disuruh-suruh, di film ET ini jadi ketua kelas yang pintar. Beda deh pokoknya...

Tapi alasan aku beli film ini bukan karena Lee Min Ho, Moon Chae Won, ataupun Park Bo Young tapi karena Kim Su Ro, pemeran sang guru di film ini. Aku suka Kim Su Ro semenjak nonton dia di acara variety show Family Outing. Selain itu memang Kim Su Ro aktingnya bagus. Sudah puluhan judul film yang udah dia bintangi dengan berbagai karakter yang berbeda-beda, dari peran figuran sampai tokoh utama. Hanya saja walau banyak film dia yang udah aku tonton, aku jarang menemukan dia di drama series. Makannya begitu denger kalau Kim Su Ro main dalam drama series God of Study, aku makin ga sabar nunggu serial yang satu ini beredar di sini. Kim Su Ro di God of Study juga berperan sebagai guru. Apakah karakternya akan sama seperti di film E.T ini? kita tunggu saja nanti......